Selena melangkah masuk, dikelilingi oleh empat pria bertubuh tegap dengan seragam hitam tanpa atribut. Meskipun mereka tampak mengintimidasi, keberadaan mereka seolah menciut di hadapan aura gelap yang dipancarkan Kaliel. Selena menatap Kaliel dengan tatapan yang mengerikan, antara obsesi, rindu, dan kegilaan yang sudah lama ia simpan."Ka... Kaliel," panggil Selena, suaranya bergetar antara takut dan mendamba. "Sttt..." Kaliel mengangkat tangan kirinya, meminta keheningan, sementara tangan kanannya mengarahkan mata pisau dapur itu ke arah empat pria tersebut. "Kau menghadirkan tumbal, atau kau suruh mereka pergi sekarang juga?" Selena mencoba menegakkan bahunya, berusaha mempertahankan sisa-sisa harga dirinya di depan anak buahnya. "Mereka bukan tumbal, Kaliel. Mereka adalah prajurit khusus yang dilatih
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-23 Mehr lesen