Sore itu, angin berembus perlahan, membawa kesejukan di teras depan rumah yang megah. Sesuai dengan saran dokter untuk lebih banyak menghirup udara segar, Tatiana duduk santai di kursi malas yang nyaman. Salah satu tangannya bergerak telaten, mengelus permukaan perutnya yang terasa tenang dan lembut.Anehnya, sejak Kaliel berangkat ke kantor pagi tadi, si kecil di dalam kandungan sama sekali tidak membuat ulah. Tidak ada tendangan beruntun, tidak ada gerakan heboh yang membuat ibunya kesakitan seperti beberapa hari lalu.Tatiana menunduk, menatap perut buncitnya dengan senyum kecil yang geli sekaligus heran. "Kenapa kau sangat diam saat tidak ada Ayah, Nak?" bisiknya lembut, suaranya mengalun pelan di keheningan sore.Ia mengetuk pelan perutnya dengan ujung jari, mencoba memancing respons yang tak kunjung datang. "K
Read more