Di seberang Samudra Atlantik, musim dingin.Seth mengeratkan mantel tebalnya sambil memeluk setumpuk buku jurusan, lalu berjalan cepat melintasi alun-alun kosong di depan perpustakaan.Kehidupan di negeri asing terasa seperti diputar dalam gerak lambat, sekaligus dibisukan. Tanpa hiruk-pikuk dan pertemuan yang disengaja, waktu menjadi terasa sangat panjang.Dia mulai terbiasa berdiam sendirian di perpustakaan sampai larut malam, terbiasa mengandalkan kopi dan sandwich dingin untuk mengganjal makan dari satu waktu ke waktu berikutnya.Konseling psikologis masih terus berjalan. Di ruangan yang begitu sunyi itu, dia belajar untuk tidak lagi membentengi diri dengan kemarahan atau pelarian. Sebaliknya, dia mulai sungguh-sungguh membedah setiap momen yang menyebabkan kehilangan itu.Seth mengingat tatapan kecewa Lula berkali-kali, mengingat sikap acuhnya yang dia anggap wajar, mengingat kesombongan konyol yang membuatnya begitu yakin Lula tidak akan pergi.Rasa sakit itu masih sangat tajam,
Mehr lesen