Se connecterLula dan Seth adalah pasangan yang diakui seluruh sekolah sebagai jodoh yang ditakdirkan. Seth adalah pria paling populer di sekolah, dikelilingi banyak orang, bertubuh tinggi dengan kaki jenjang, wajahnya tampan dengan aura yang begitu tajam. Dia selalu mengenakan jaket hitam, terlihat cuek tetapi memesona, membuat entah berapa banyak gadis terpikat padanya. Namun, di matanya sejak awal hanya ada Lula seorang. Mereka adalah teman masa kecil yang tumbuh bersama. Saat usia 1 tahun, mereka sudah memilih satu sama lain secara simbolis. Usia 7 tahun, keluarga sudah menjodohkan mereka. Usia 14 tahun, mereka saling memberi surat cinta. Usia 16 tahun, mereka menyatakan perasaan. Usia 18 tahun, mereka berjanji masuk universitas yang sama .... Hingga tahun terakhir SMA, seorang murid pindahan datang ke kelas mereka. Murid itu bernama Maia. Saat wali kelas mengatur sistem pendampingan per siswa, dia sengaja menempatkan Maia bersama Seth, lalu menegaskan berulang kali, "Kalau kamu nggak membantunya, jangan harap bisa pacaran dengan Lula di lingkungan sekolah."
Voir plusDi seberang Samudra Atlantik, musim dingin.Seth mengeratkan mantel tebalnya sambil memeluk setumpuk buku jurusan, lalu berjalan cepat melintasi alun-alun kosong di depan perpustakaan.Kehidupan di negeri asing terasa seperti diputar dalam gerak lambat, sekaligus dibisukan. Tanpa hiruk-pikuk dan pertemuan yang disengaja, waktu menjadi terasa sangat panjang.Dia mulai terbiasa berdiam sendirian di perpustakaan sampai larut malam, terbiasa mengandalkan kopi dan sandwich dingin untuk mengganjal makan dari satu waktu ke waktu berikutnya.Konseling psikologis masih terus berjalan. Di ruangan yang begitu sunyi itu, dia belajar untuk tidak lagi membentengi diri dengan kemarahan atau pelarian. Sebaliknya, dia mulai sungguh-sungguh membedah setiap momen yang menyebabkan kehilangan itu.Seth mengingat tatapan kecewa Lula berkali-kali, mengingat sikap acuhnya yang dia anggap wajar, mengingat kesombongan konyol yang membuatnya begitu yakin Lula tidak akan pergi.Rasa sakit itu masih sangat tajam,
Kehidupan Lula kini terisi dengan penuh dan teratur.Nilai mata kuliah jurusan tarinya selalu berada di peringkat atas. Di ruang latihan, dia tetap menjadi orang terakhir yang pulang.Di klub, dia sudah berkembang dari anggota baru yang masih kebingungan menjadi salah satu anggota inti yang bisa diandalkan.Yash sengaja memberinya lebih banyak tanggung jawab dalam perencanaan dan pengorganisasian. Lula selalu menyelesaikannya dengan rapi dan teliti. Ide-idenya juga segar dan realistis, membuatnya mendapatkan kepercayaan dan disukai semua anggota.Rasa percaya diri yang muncul dari pengakuan atas kemampuannya sendiri, perlahan menggantikan perasaan nilai diri yang dulu bergantung pada pandangan orang lain.Hubungannya dengan Yash tetap berada dalam batas pertemanan, tetapi ada sesuatu yang perlahan berubah.Di sela membahas urusan organisasi, mereka akan dengan santai membicarakan pameran atau film terbaru. Saat bertemu di kantin, mereka secara alami makan bersama. Obrolan mengalir dari
Kabar kepergian Seth dari Universitas Nanora seperti batu yang jatuh ke permukaan danau yang tenang. Gelombangnya menyebar jauh lebih cepat dari yang dibayangkan.Dalam satu atau dua hari saja, hal itu sudah menjadi topik hangat di forum kampus dan tentu sampai juga ke jurusan tari tempat Lula berada.Saat istirahat, beberapa mahasiswi berkumpul. Suara mereka ditekan rendah, tetapi tetap tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran."Dia benar-benar pergi? Cowok super ganteng yang sering cari Lula itu?""Daftar namanya sudah keluar, masa bohong? Katanya ke universitas top di Amerika Utara.""Wah ... mendadak banget? Bukannya sebelumnya masih ....""Ssst! Sudah, sudah ...."Percakapan itu langsung terhenti saat Lula masuk ke kelas. Beberapa pasang mata diam-diam meliriknya, penuh rasa ingin tahu dan sedikit simpati.Langkah kaki Lula sempat terhenti sejenak, lalu dia tetap berjalan seperti biasa dan duduk di tempatnya. Ujung jarinya sedikit mengencang, tepi halaman buku di tangannya terlipa
Seth berdiri di bawah pohon yang familier di depan asrama Lula. Dia menatap ke arah jendela yang memancarkan cahaya hangat dengan keras kepala.Dia tahu Lula ada di dalam. Tubuhnya perlahan mati rasa, hanya bagian dadanya yang masih terasa nyeri dan berdenyut pelan. Dia teringat dulu berkali-kali setelah membuat Lula marah, dia juga menunggu di bawah seperti ini.Saat itu, seberapa pun marahnya Lula, pada akhirnya dia selalu luluh dan turun dengan mata merah, lalu dipeluk erat olehnya. Namun, kali ini tidak.Mahasiswa yang lewat pagi-pagi berjalan cepat dengan payung, meliriknya dengan rasa penasaran atau iba, lalu segera pergi.Tubuhnya sudah basah kuyup Dia kedinginan sampai tubuhnya gemetaran. Pipinya memerah secara tidak normal, kepalanya terasa berat.Akhirnya, pintu asrama terbuka. Yang keluar bukan Lula, melainkan teman sekamarnya. Dia melihat kondisi Seth yang berantakan. Matanya sempat menunjukkan emosi yang rumit, lalu dia menghela napas dan berjalan mendekat. Kemudian, dia m
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.