Pagi itu Kevin tiba di kampus dengan langkah yang tenang seperti biasa. Dia langsung menuju ruang khusus yang sudah disediakan Clarissa untuk pemusatan latihan tim arsitektur. Ruangan itu cukup luas, dilengkapi dengan beberapa meja gambar besar, layar proyektor, dan rak-rak yang penuh dengan buku-buku referensi tentang arsitektur dunia.Clarissa sudah berada di sana sejak pagi. Dia mengenakan blus putih lengan panjang dengan rok hitam selutut, dan rambutnya yang panjang dia ikat dalam gulungan rapi di belakang kepala. Dia tampak begitu profesional sekaligus anggun, dan saat Kevin masuk, senyumnya langsung mengembang dengan kehangatan yang tidak bisa dia sembunyikan."Kevin, kamu datang lebih awal.""Selamat pagi, Bu."Tiga anggota tim lainnya, Ardo, Wita, dan Jono, sudah duduk di tempat mereka masing-masing dengan buku-buku terbuka di hadapan mereka. Mereka mengangguk hormat saat Kevin masuk. Setelah peristiwa seleksi kemarin, mereka semua tahu bahwa Kevin adalah yang terbaik di antar
Baca selengkapnya