Tapi Mayang menggelengkan kepalanya dengan wajah yang penuh kesedihan. "Kau tidak mengerti, Wandra. Ini bukan soal kekuatanmu."Mayang menarik napas dalam, matanya menerawang jauh, seolah mengingat kembali kejadian-kejadian menyakitkan yang sudah dia alami berkali-kali. "Setiap kali Sang Penguasa datang, dia selalu berhasil membangkitkan kekuatan terkuat yang tersembunyi di dalam diriku. Kekuatan yang bahkan aku sendiri tidak sepenuhnya mengerti atau bisa kendalikan."Suara Mayang mulai bergetar. "Dan setiap kali itu terjadi, aku kehilangan kendali atas diriku sendiri. Sang Penguasa mengambil alih jiwaku, menggunakan tubuhku, menggunakan kekuatanku, untuk tujuannya sendiri. Dan seperti yang sudah terjadi berkali-kali sebelumnya, aku akan dipaksa untuk bertarung melawanmu, Wandra. Aku akan melukaimu."Air mata mulai mengalir lagi di pipi Mayang. "Aku tidak mau itu terjadi lagi. Aku tidak mau melukaimu lagi, Wandra. Aku masih ingat, meskipun samar, tentang luka-luka yang pernah aku beri
Read More