Hans seketika terdiam, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.“Maaf?” Hans meminta Figo mengulangi ucapannya barusan.“Ambil jantungku,” ucap Figo dengan suara serak. “Kalau jantungku cocok untuk istriku, berikan padanya.”Figo tidak bercanda. Sama sekali tidak bercanda.Sementara di belakangnya, Hardiyata yang baru saja akan masuk ke ruang ICU tapi tiba-tiba melihat Figo panik menuju ruangan dokter, akhirnya dia pun mengikutinya, khawatir terjadi sesuatu pada Sora.Namun, Hardiyata tidak menyangka dia akan mendengar kalimat seperti itu keluar dari mulut Figo.“Mr. Figo, saya mengerti Anda sedang putus asa–”“Aku tidak putus asa,” sela Figo, “saya serius.”Hans mengangguk. “Baik. Justru karena itu, karena Anda serius, saya harus mengatakan yang sebenarnya,” ujarnya tenang. “Mr. Figo, transplantasi jantung hanya dapat dilakukan dari donor yang telah dinyatakan meninggal dengan kriteria medis tertentu. Kami tidak bisa mengambil organ jantung orang yang masih hidup.
Baca selengkapnya