Sora terhenyak. Refleks kedua tangannya mendorong bahu Figo sekuat tenaga, tapi Figo justru semakin menguatkan pelukannya hingga Sora merasakan dadanya sesak.Tak ingin menyerah, kali ini Sora memukul-mukul kepala dan leher pria itu sambil berusaha mendorong wajahnya menjauh. Namun, usahanya sia-sia. Figo menekan kepala Sora ke dinding dengan ciumannya yang terburu-buru dan tidak sabaran.Sora bisa merasakan pahitnya alkohol dari bibir Figo, yang bercampur dengan napas panasnya.Ciuman itu bukan ciuman lembut yang penuh perasaan. Tapi seperti ciuman pelampiasan, kasar, tergesa dan penuh emosi yang tak terurai.“Lepas, Figo–mmpphhh!” seru Sora di sela-sela ciuman itu. Pelukan Figo di punggungnya semakin kuat.Sora kini merasakan dadanya nyeri dan sesak. Dia membutuhkan udara, tapi Figo sama sekali tak memberinya celah untuk mengambil napas.Akhirnya, Sora menggigit bibir pria itu, membuat Figo sontak melepaskan bibirnya dan menatap Sora dengan tatapan sayu yang sulit diartikan.“Aku be
Última actualización : 2026-04-09 Leer más