“Mom, apa ini?”Sora terperangah melihat meja makan penuh oleh berbagai barang bawaan yang dibawa ibunya.Setelah diberitahu soal kehamilan Sora pagi tadi, kedua orang tuanya langsung datang dengan mobil yang hampir penuh.“Kamu masih tanya?” Mariana berdecak lidah. “Itu ada vitamin untukmu. Buah-buahan, ikan salmon segar yang nggak bakal bikin kamu mual, lalu ada rempah-rempah, bantal khusus ibu hamil, susu, madu, kurma sampai lotion yang cocok untuk ibu hamil.”Mulut Sora sedikit ternganga. Lalu menyugar rambutnya sembari menghela napas pelan.“Minum vitaminnya setiap hari, ya,” lanjut Mariana antusias, “ini aman untukmu. Kalau sudah habis nanti Mommy kirimin lagi.”“Mom, astaga. Aku rasa Mommy lagi buang-buang uang. Aku lagi hamil, Mom. Bukan lagi mau persiapan menghadapi perang dunia ketiga.” Sora geleng-geleng kepala.“Kamu pikir hamil itu mudah? Awal-awal kehamilan itu saat-saat yang paling sulit.” Mariana lalu menatap Figo yang tengah duduk bersama Hardiyata di sofa ruang keluar
Leer más