Hari Figo terasa begitu melelahkan. Dia masih harus lembur hari ini, karena setelah dia dirawat di rumah sakit akibat kasus penembakan itu, dia meninggalkan begitu banyak pekerjaan yang kini menumpuk di atas mejanya.Meski sudah beberapa minggu berlalu, ritme kerjanya belum kembali normal.Namun, setiap kali dia menginjakkan kaki di dalam rumah dan disambut oleh seruan ceria Shopie serta senyuman Sora, semua rasa lelahnya seketika hilang, energinya kembali penuh.Seperti malam ini.“Papa kangen sekali sama Shopie,” ucap Figo sembari berjongkok di hadapan gadis kecil itu. Dia merentangkan kedua tangannya. “Peluk Papa.”Shopie hanya tertawa sambil menggeleng. “Jangan peluk aku sekarang, Pa.”“Hm? Kenapa? Papa jadi kecewa.” Figo menghela napas pura-pura kecewa.“Papa jangan sedih. Aku bukannya nggak mau peluk Papa, tapi kalau aku peluk Papa nanti Papa bisa lihat hadiah di belakang punggung aku,” celotehnya polos.Figo menatap kedua tangan Shopie yang sejak tadi tersimpan di belakang pung
Baca selengkapnya