Felix masih di penthouse saat itu, dan ia duduk menatap ke arah luar dengan secangkir kopi di tangan. Ia seruput kopi itu, dan ia menahan semua perasaan risau di hatinya.Mendadak Hp Felix berdering, dan ia tahu dari siapa itu. Segera ia angkat panggilannya meski harus tahan emosi yang mendadak ada.“Tuan Wang.” Felix menyebut namanya, tapi bukan untuk menyapa.“Halo, Felix. Kau mencariku?” tanya pria itu, dan sepertinya ia senang bicara dengan Felix pagi ini. Seperti teman lama yang sudah angat ia rindukan.“Ada apa, kau mencariku?” imbuhnya.“Aku sudah katakan, jauhi adikku!” Felix tetap tenang meski tertahan.“Oh, adik yang bahkan tak pernah akui kau sebagai kakak itu?”Ucapan tuan Wang memang benar. Tapi ini bukan tentang adiknya saja, tapi juga yang lain. Jika bukan karena Julia, maka Felix juga enggan mengusiknya.“Aku dan dia, hanya profesional. Tapi kau jelas tahu permainanku,” ucap pria itu.Felix mengepalkan tangan mendengarnya, dan ia harus segera siaga satu pada Julia deng
Last Updated : 2026-05-09 Read more