Sshhh ...!Ketika Dante menyadarinya, tubuh Dantes dan Haydee sama-sama bercahaya. Muasal Roh mereka sudah hampir tidak terasa olehnya. Namun mungkin karena itu juga, sang Pangeran Monte Cristo dan malaikat kecilnya menatap Dante dengan mata mereka yang sembab itu kompak.“Maaf, ya, Dante Alighieri, karena menindih Muasal Roh kita hingga engkau menjadi pendendam yang seperti itu,” Dantes yang pertama membuka mulut tak lama setelah mereka menatap Dante.Dante melebarkan mata, lantas mengembuskan napas, “Saya tidak keberatan. Berkatmu, saya jadi tahu perasaan seorang pendendam dan cara untuk hidup setelah kenangan.”“Saya juga berterima kasih sedalam-dalamnya, Tuan Dante,” Haydee menyambung, “Meski diri saya yang diciptakan kaisar ini hanyalah wadah kosong dengan identitas Haydee, Anda telah membebaskan saya,” ujarnya, “Lalu, terima kasih juga karena sudah memberi Pangeran tumpangan.”“Haydee, Malaikat Manisku, engkau mulai pandai bicara, ya,” Dantes terkekeh maklum.Dante pun tertawa k
Read more