Malam itu, di suatu tempat di batang Yggdrasil, Kalender Bintang – 14 Oktober 2148“Loh, Dante? Sedang apa kamu di luar malam-malam begini?”Suara lembut Marie dengan mudahnya memecah lamunan Dante malam itu. Lelaki itu kini terduduk memandangi langit dengan tatapan kosongnya yang khas. Mungkin aneh bagi Marie, meski kantung mata Dante cukup tampak, di antara malam yang semakin larut, lelaki itu belum terlelap.“Tidak ada. Saya hanya ....” ucapan Dante terhenti.Marie mendudukkan diri di sebelah Dante, “Kalau ada apa-apa, kamu boleh cerita, loh.”Dante menggeleng, terdiam, tetap menatap langit.“Kau merasa kesepian?” tanya Marie menebak-nebak.“Eh,” mata Dante yang dihiasi kantung mata itu melebar.“Aku benar, ya,” Marie tertawa kecil, “Nah, aku bisa memahaminya. Saat pertama kali memasuki Yggdrasil karena panggilan itu pun, aku merasa begitu. Lagian, bisa apa seorang ratu muda di antara pemilik Muasal Roh hebat itu, kan,” ia tertawa lagi, kali ini tawa pahit.Dante yang sejak tadi di
Last Updated : 2026-04-29 Read more