Hahahahahahahaha!!!!“Maaf, ya, sambutan beta tadi memang agak kasar!!”“Sialan memang, padahal kau, kan, sudah tahu selemah apa kru kami?!”Tawa Gadjah Mada dan Muramasa benar-benar memenuhi Pulau Artemis siang itu. Sebagai taruhan, Dumas di kapal agaknya masih bisa mendengar tawa itu, saking kerasnya. Aneh memang, meski belum lama ini mereka harusnya bertarung, keduanya malah minum-minum santai bak kawan lama.“Florence, ini ...?” Dante bahkan kehabisan kata-kata melihat keseruan Muramasa dan Gadjah Mada.Florence menggeleng, “Jangan tanya. Aku juga kehabisan kata-kata saat baru tiba di sini,” ujarnya.“Begitu, ya ....” balas Dante.“Meski begitu, bukankah sudah saatnya kita memanggil kru lain?” Florence mengembalikan fokus, “Kau yang menawarkan mereka perawatan medis, kan, Gaja?” ujarnya mempertanyakan.“Ah, benar juga!!” Gadjah Mada langsung berseru demi mendengar pengingat Florence.“Kalau begitu akan kupanggilkan mereka, ya,” sahut Muramasa sembari membuka jendela Sistem.Singka
อ่านเพิ่มเติม