Zevanya merasa kedua matanya masih bengkak, sembab, akibat terlalu banyak menumpahkan air mata.Kondisi Morgan yang lumpuh, bukanlah satu-satunya hal yang membuat dia menangis.Masih ada banyak hal lainnya.Di saat dia merasa hatinya patah akibat kelumpuhan Morgan, ternyata itu masih belum ada apa-apanya.Hatinya yang patah ternyata masih bisa hancur menjadi kepingan.Lalu kepingan menjadi serpihan, sampai tak lagi bisa dipungut untuk disatukan kembali.“Aku nggak mengerti,” kata Zevanya kala itu, di suatu siang, saat mereka selesai makan siang dan kembali ke kamar.Setelah berminggu-minggu perawatan di rumah sakit, Morgan akhirnya diperbolehkan pulang.Dia kini duduk di kursi roda. Sebelah kaki buntung, satunya lagi lumpuh.Dengan kondisinya yang seperti itu, hati dan jiwanya rapuh dan tidak stabil. Amarah seakan tak pernah pergi dari diri Morgan sekarang ini.Satu kata salah berarti akan menanggung amukan kemarahan selama berjam-jam.Bahkan tak jarang Morgan akan melempar barang ke
Last Updated : 2026-04-13 Read more