Hari ini hari yang menentukan. Zevanya akan menjual piano peninggalan ibunya. Pembeli akan datang, membayar dan mengangkut piano itu.Sore nanti piano itu akan berpindah pemilik. Dia tak lagi memiliki satu-satunya peninggalan dari ibunya.Tak bisa dipungkiri, hati Zevanya teramat sedih. Dia tidak punya sesuatu apapun yang mengingatkan dirinya pada ibunya.Foto ibunya hanya tinggal satu dan dia menyimpannya di dompet.Itu tak lebih dari sebuah foto usang dengan dirinya di usia tujuh tahun.Ibu memeluknya dengan senyum kegembiraan di wajah. Sebuah senyum yang lembut dan penuh sayang.Di foto itu, ibunya masih sangat sehat, berseri, dan penuh kehidupan, sangat berbanding terbalik dengan ingatan terakhirnya tentang kondisi ibunya.Tubuh yang kurus, tulang berbalut kulit, wajah yang kosong, mata dan pipi yang cekung, ibunya di saat terakhir lebih mirip mumi hidup.Setiap mengingat itu, Zevanya akan merasakan kehilangan yang sangat dalam.Namun yang lebih menyakitkan adalah karena ayahnya t
Baca selengkapnya