Uap air hangat masih menempel di kulit Sean setelah ia keluar dari kamar mandi. Dengan handuk yang melilit di pinggang dan rambut yang masih basah, ia melangkah masuk ke kamar utama. Namun, pemandangan di atas tempat tidur membuatnya tertegun. Fara, istrinya, sudah berada di sana, lengkap dengan Sefan, jagoan kecil mereka yang tampaknya sudah terjaga. "Loh, Sefan di sini?" tanya Sean sedikit dramatis, matanya berbinar melihat anak dan istrinya berkumpul di tempat tidur. Fara menatapnya dengan senyum tipis, meski ada jejak kelelahan di sana. "Iya, kenapa? Masa iya kamu masih enggak mau ngalah sama anak sendiri, lagian sudah sebulan ini kalian berdua jarang banget ada waktu, kan? Gapapa lah Sefan disini, jangan pada rewel kalian berdua, pusing aku." "Sebulan sibuk banget, sampe kebawa mimpi kamu aneh-aneh terus meninggal," cletuk Fara lagi, suaranya terdengar sedikit parau. Mendengar itu, Sean teringat akan janji mereka. Jika sang istri sudah tenang, ia berharap Fara bisa mencerit
Ler mais