Malam terakhir di Tokyo hadir membawa keheningan yang tenang. Suhu udara di luar kamar ryokan, penginapan tradisional Jepang terus menurun, membuat tirai kayu yang sedikit terbuka mengembun tipis. Setelah perjalanan singkat mereka setengah hari ini mengitari Tokyo, malam ini Sean dan Fara akhirnya bisa bernapas lega. Sefan, putra kecil mereka, sudah terlelap pulas di kamar sebelah bersama Suster Nani setelah kelelahan sepanjang hari. Tanpa suara tangisan bayi atau gangguan jadwal menyusui yang biasanya memenuhi hari-hari Fara, kamar berkonsep Onsen bernuansa Jepang otentik itu mendadak menjelma menjadi pelarian pribadi yang terisolasi dari dunia luar. Kamar itu mengusung interior kayu hinoki yang mengeluarkan aroma alami nan lembut. Di sudut ruangan, sebuah kolam Onsen pribadi berbatu alam mengepulkan uap air panas yang membumbung tipis, menciptakan atmosfer hangat yang kontras dengan dinginnya angin malam Kyoto. Cahaya dari lampion Kertas Shoji berpendar temaram, memantulkan bayang
Read more