Belum genap satu minggu sejak siklus telambatnya dipantau oleh dokter, Fara akhirnya kembali merasakan tamu bulanan itu datang setelah beberapa hari penantian. Malam itu, tepat di malam kedua stelah konsultasi bersama dokter Adya, rasa sakit yang teramat sangat melilit perutnya. Kram hebat membuat Fara terbangun dari tidurnya dengan napas tersengal dan keringat dingin bercucuran di pelipis. Ia mencoba bangkit secara perlahan, namun begitu kakinya menyentuh lantai, ia merasakan kebasahan yang tidak biasa. Betapa terkejutnya Fara saat melihat noda merah yang cukup besar telah tembus hingga ke seprai putih tempat tidur mereka. Rasa panik, lemas, dan nyeri perut bercampur menjadi satu. Sean, suaminya yang tidur di sebelah Fara, seketika terbangun mendengar desisan tertahan dari bibir sang istri. Pria itu langsung membuka mata, menyadari wajah pucat Fara yang menahan sakit luar biasa. Tanpa banyak tanya dan tanpa ragu, Sean langsung bergerak cepat. "Pegangan yang kuat, ya," bisik Sean l
อ่านเพิ่มเติม