Suara Rendra memudar. Bukan karena menjauh. Tapi karena sesuatu di antara dunia mereka… menutup.“Alya… jangan balik…”Kalimat itu tertinggal.Menggantung. Seperti sengaja tidak ingin selesai. Alya berdiri diam. Di depannya, versi dirinya masih tersenyum. Tenang. Terlalu tenang untuk situasi seperti ini.“Kamu dengar, kan?” kata versi itu pelan. “Dia sudah memilih untuk kamu.”Alya mengepalkan tangannya.“Aku nggak pernah minta dia buat milih.”“Memang,” balasnya ringan. “Tapi itu tidak mengubah hasilnya.”Sunyi.Kata-kata itu menusuk lebih dalam dari ancaman apa pun.Alya menelan ludah.“Kalau aku tetap di sini…” katanya perlahan, “mereka bisa keluar?”Versi dirinya tidak langsung menjawab.Ia hanya berjalan memutar perlahan, seolah menikmati setiap detik kebingungan itu.“‘Keluar’ itu relatif,” ujarnya akhirnya. “Tapi ya… dunia mereka akan tetap berjalan.”“Tanpa aku.”“Tanpa kamu.”Jawaban itu sederhana.Tapi justru itu yang membuatnya berat.Alya menunduk.Bayangan Rendra dan Dika
Dernière mise à jour : 2026-05-01 Read More