Langit sore di kota itu berwarna jingga keemasan, seperti biasa tenang, indah dan menipu. Alya berdiri di pinggir trotoar, memandang matahari yang perlahan tenggelam di balik gedung-gedung tua. Sudah lama ia tidak benar-benar memperhatikan senja seperti ini.Dulu.. senja selalu berarti satu hal: RendraIa menghela nafas pelan, mencoba mengusir kenangan yang tiba-tiba menyeruak tanpa izin. tapi seperti hujan yang datang tanpa aba-aba, bayangan itu tetap hadir. yaitu tawa Rendra, cara dia menatap, bahkan cara dia selalu datang saat senja mulai turun."Alya?"suara itu...Jantungnya seketika berdegub lebih cepat. Perlahan ia menoleh. dan ternyata disana berdiri hanya beberapa langkah darinya. "ya benar, itu Rendra".waktu seolah berhenti.Rendra masih tampak sama, hanya sedikit lebih dewasa. Tatapanya masih dalam, seolah mampu membaca hal-hal yang bahkan Alya sendiri berusaha sembunyikan. Untuk sesaat, tak ada yang bergerak. Tak ada yang bicara. "Kamu... disini?" tanya Rendra akhirnya,
Last Updated : 2026-04-11 Read more