Mia masih berdiri di dekat jendela besar koridor kastil saat akhirnya kembali berkata pelan, “Semua orang menginginkan nyawa Anda, Nona... dan Anda malah merasa ini kejam?”Siera perlahan menoleh menatap pelayannya itu. Sorot matanya masih dipenuhi keraguan, sementara bayangan lima kepala di atas gerbang kastil terus terlintas di kepalanya tanpa henti.Ia tidak langsung menjawab, karena Mia ada benarnya juga.Mia menghela napas kecil, lalu ia kembali melanjutkan.“Yang Mulia Duke selama ini selalu melewatkan Perburuan Mawar. Namun Anda pasti tahu sendiri berapa banyak nyonya rumah bangsawan yang pernah mati di acara itu.”Tatapan Siera sedikit meredup, tentu saja ia tahu. Perburuan Mawar bukan sekadar pesta para bangsawan. Bukan hanya tarian indah, gaun mahal, dan pujian kosong di bawah cahaya lampu kristal.Itu medan perebutan kekuasaan. Tempat di mana wanita-wanita bangsawan dijadikan simbol kemenangan, harga diri, bahkan alat politik.Dan banyak dari mereka mati. Diracuni secara dia
Dernière mise à jour : 2026-05-19 Read More