Jantung Siera berdegup semakin keras hingga membuat suasana di dalam kereta terasa jauh lebih sempit dari sebelumnya.Suara roda kereta yang bergesekan dengan jalan batu terdengar pelan di tengah keheningan yang menekan. Ia bahkan bisa mendengar napasnya sendiri sekarang.Sementara di depannya, Dregory duduk dengan tenang seperti biasa. Wajah pria itu tetap datar tanpa perubahan berarti, namun justru ketenangan itulah yang membuat Siera semakin sulit merasa aman.Perlahan Siera menarik napas, berkata hati-hati, “Saya tidak mengerti apa yang Ayah katakan.”Tatapan biru Dregory bergerak ke arahnya. Tatapan itu seolah mampu melihat seluruh kepanikan yang sedang ia sembunyikan sekarang.Beberapa detik berlalu, Dregory menghela napas pendek lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela kereta.“Saat kecil,” ucapnya datar, “kau pernah mengikuti Yelian latihan.”Siera terdiam.Tentu saja ia mengingat itu.Dulu, ketika masih kecil, ia sering diam-diam mengikuti bocah itu dan para ksatria berla
Dernière mise à jour : 2026-05-16 Read More