Tubuh gadis itu langsung menegang. Isakannya berhenti sesaat dan matanya perlahan terangkat.“Siera, kau dengar aku?!”Suara itu terdengar lagi.Suara yang sangat familiar membuat napas Siera tercekat pelan. Ia mendongak perlahan ke arah atas.Di sana, di tepian tanah yang lebih tinggi, seorang pria berdiri sambil membungkuk ke arahnya. Cahaya bulan yang jatuh samar di sela pepohonan menerangi wajahnya yang tampak kacau.Rambut hitamnya berantakan, napasnya memburu. Keringat mengalir di dahinya seolah ia sudah mencari tanpa henti sejak tadi.Dan saat mata mereka bertemu, ekspresi pria itu langsung berubah. Kelegaan yang begitu jelas hingga membuat dada Siera terasa sesak tanpa alasan.“Syukurlah…”Suara pria itu terdengar rendah, nyaris seperti bisikan lega yang akhirnya lolos begitu saja.Siera hanya menatapnya diam, matanya kembali memanas. Karena untuk sesaat, ia benar-benar berpikir tidak akan ada siapa pun yang datang mencarinya. Namun lelaki itu ada di sana.Dior.Pria itu seger
Dernière mise à jour : 2026-05-24 Read More