Pagi datang dengan tenang, namun tidak bagi Siera.Cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai kamarnya terasa terlalu terang, seolah sengaja menariknya keluar dari persembunyian yang ia inginkan sejak semalam. Ia berdiri cukup lama di depan pintu, ragu untuk melangkah keluar.Kejadian kemarin masih terputar jelas di kepalanya, tatapan ayahnya, pertanyaan tentang hadiah itu, dan kemungkinan yang tidak ingin ia pikirkan terlalu jauh. Ia tidak siap menghadapi Dregory.Namun pada akhirnya, ia tetap membuka pintu.Dan begitu langkah pertamanya keluar, ia langsung terhenti.Di lorong itu, Dregory tengah berjalan melewati sana. Langkahnya berhenti tepat saat melihat Siera, seolah keberadaan putrinya memang tidak bisa diabaikan begitu saja. Perlahan, pria itu menoleh. Tatapan mereka bertemu, membuat dada Siera terasa sesak.“Kau baru selesai bersiap sekarang?” tanya Dregory dengan nada datar, tanpa emosi yang jelas.Siera menelan ludah sebelum menjawab. “Benar, Ayah.”Dregory melirik arlo
Dernière mise à jour : 2026-05-11 Read More