Siera mengembuskan napas pelan.Seandainya percakapan seperti ini terjadi sebelumnya, ia mungkin sudah kehilangan kesabaran. Ia akan langsung membalas setiap ucapan Celia tanpa memikirkan siapa lawan bicaranya. Bahkan bukan tidak mungkin ia akan mengakhiri percakapan itu dengan pertengkaran.Namun ia yang sekarang berbeda.Terlalu banyak hal telah terjadi dalam hidupnya hingga membuatnya memahami bahwa tidak semua hal perlu ditanggapi dengan emosi.Karena itulah Siera hanya tersenyum tipis, meski sebenarnya ia sudah mulai lelah dengan arah pembicaraan ini."Seperti yang Anda katakan sebelumnya, Lady Celia," ucapnya pelan. "Saya rasa Anda salah paham."Celia menatapnya tanpa berkedip. Sementara Siera melanjutkan perkataannya dengan tenang."Saya dan Yang Mulia Grand Duke muda tidak memiliki hubungan apa pun."Keheningan sesaat tercipta di antara mereka. Di kejauhan, suara para pelayan yang sedang bekerja terdengar samar-samar terbawa angin pagi."Saya mengenal beliau karena ayah saya,"
Read more