Share

161. Hadiah

Author: Raisaa
last update publish date: 2026-06-04 08:00:04

Erick menatap langsung Dior tanpa beralih sedikitpun. Untuk beberapa saat ia bahkan tidak mampu mengalihkan pandangan. Wajahnya yang sejak tadi dipenuhi kemarahan perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih buruk.

Kebencian.

Kebencian yang begitu jelas hingga siapa pun yang melihatnya dapat merasakannya.

Di atas menara k

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   476. Kekuasaan kaisar

    Tidak ada seorang pun yang langsung menjawab. Kalimat itu membuat seluruh ruangan membeku. Bahkan Dregory yang sejak tadi tidak menunjukkan reaksi apa pun akhirnya menatap Dior lebih dalam.Erick pun mengangkat wajah. Sementara Kaisar masih berdiri di tempatnya dengan tatapan yang sulit dipercaya.Dior melanjutkan dengan suara yang tetap tenang."Kalau aku diperintahkan untuk menjalankan pemerintahan selama pemeriksaan berlangsung, maka aku akan menjalankannya."Ketua Dewan membuka mulut."Grand Duke—""Perintahku tegas."Nada suara Dior tidak meninggi, dan karena itulah kalimat tersebut terdengar jauh lebih mengikat."Aku melarang semua orang meninggalkan tempat ini."Beberapa bangsawan langsung terdiam. Dior mengalihkan pandangannya kepada seluruh ruangan."Sidang dilanjutkan malam ini."Ketua Dewan menatapnya cukup lama."Anda serius?"Dior tidak menjawab pertanyaan itu.Ia hanya berkata, "Masalah ini selesai malam ini."Tidak ada yang bergerak. Para anggota Dewan kembali duduk kar

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   475. Kaisar pengganti.

    Suara Dregory terdengar jelas dan membuat seluruh ruangan membeku. Para bangsawan yang mendukung Erick saling berpandangan, sementara Erick terdiam, Siera menahan napas, dan Yelian terlihat terkejut. Kaisar sendiri langsung mengeraskan wajahnya."Dregory."Kaisar memanggil dengan suara rendah, tetapi Dregory tidak menoleh. Kaisar kembali memanggilnya dengan nada lebih berat."Kau memilihnya?"Dregory akhirnya mengangkat wajah."Ya."Hanya satu kata, tanpa penjelasan atau keraguan. Kaisar mengepalkan tangannya."Kau tahu apa yang kau lakukan."Dregory menjawab tenang, "Saya tahu.""Kau berani berdiri melawanku di depan seluruh Kekaisaran?"Dregory tidak berubah sedikit pun."Saya memberikan suara saya."Kaisar menatapnya tajam."Itu bukan sekadar suara."Dregory terdiam sesaat."Kalau begitu anggap saja saya sudah memilih."Kaisar sangat marah, tetapi ia tidak bisa membatalkan suara Dregory. Pemilihan dilakukan berdasarkan hukum Dewan, dan Dregory telah menggunakan haknya.Ketua Dewan

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   474. Pemilihan.

    Ketua Dewan kembali berdiri setelah suasana di dalam ruangan sedikit mereda. Tatapannya beralih kepada seluruh anggota Dewan, kemudian kepada para bangsawan yang memenuhi sisi ruangan. Setelah apa yang terjadi hari itu, tidak ada lagi yang bisa berpura-pura bahwa Kekaisaran masih berada dalam keadaan normal."Kita akan melanjutkan pemilihan penerus takhta," katanya akhirnya. "Namun sebelum itu, ada satu hal yang harus kita pastikan."Beberapa orang langsung memperhatikannya. Ketua Dewan menatap ke arah Kaisar."Pada saat ini, terdapat tiga orang yang memiliki hak atas garis suksesi. Putra Mahkota Erick, Grand Duke Dior Julian Verzent de Rurich, dan Pangeran Alexis."Kaisar langsung mengangkat wajah.Ketua Dewan melanjutkan, "Namun karena Pangeran Alexis tidak tercatat berada di dalam ruang sidang, kami harus memastikan terlebih dahulu apakah beliau bersedia menjadi bagian dari pemilihan ini."Kaisar menatap Ketua Dewan dengan sorot mata tajam."Kalian yakin akan melakukan semua ini?"

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   473. Hukum atau ketakutan

    Ruangan langsung sunyi. Semua orang terkejut mendengar Dior menyebut dirinya sebagai calon Kaisar.Dregory, Erick, dan Yelian sama-sama terpaku, tetapi Siera adalah orang yang paling terkejut. Ia tidak pernah menyangka Dior menginginkan takhta, karena selama ini lelaki itu justru selalu menjauhi urusan istana.Kaisar akhirnya tertawa pendek, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya."Kau?"Dior menatapnya. Kaisar melangkah turun dari tempatnya."Kau ingin menjadi Kaisar?"Dior tidak menjawab, membuat Kaisar menatapnya semakin tajam."Jadi sejak awal semua ini memang hanya permainanmu?"Dior tetap diam tanpa membantah ataupun mengiyakan. Ketenangannya justru membuat suasana semakin menegangkan.Ketua Dewan akhirnya berkata, "Grand Duke, Anda menyadari apa yang baru saja Anda katakan?"Dior menoleh kepadanya."Ya.""Jika Anda benar-benar mengajukan diri sebagai calon penerus takhta, maka seluruh keputusan Anda dalam sidang ini akan berada di bawah pengawasan yang jauh

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   472. Aku sendiri.

    Senyum Kaisar menghilang. Ia menatap Dior cukup lama, seolah memastikan bahwa ancaman itu bukan sekadar gertakan. Namun Dior tetap berdiri tenang, dan sikap itulah yang membuat Kaisar semakin serius."Kau..." Suara Kaisar terdengar rendah.Tatapannya menyipit."Kau benar-benar berani mengatakan bahwa kau akan menentukan siapa yang duduk di atas takhta sebelum pemeriksaan terhadapku selesai?"Dior tidak langsung menjawab. Diamnya justru terasa seperti jawaban. Kaisar kemudian berdiri dari kursinya, membuat para bangsawan tegang, tetapi Dior tetap berdiri tenang tanpa bergeser sedikit pun."Dior!" bentak Kaisar."Tentu saja aku bisa."Kaisar tertegun."Aku urutan ketiga dalam hak suksesi, lagipula dewan menerima tuntutanku.""Kau pikir karena tuntutanmu diterima Dewan, kau bisa melakukan apa saja?"Dior akhirnya menatapnya."Tentu, aku bahkan bisa melakukan yang lebih gila dari ini."Kaisar tertawa pendek. Namun tidak ada sedikit pun kegembiraan di dalam tawanya."Jangan lupa dirimu sen

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   471. Seseorang yang sekarang menentukan.

    Hanya satu kata, namun dampaknya langsung terasa di seluruh ruangan. Beberapa bangsawan mengangkat wajah dengan keterkejutan yang tidak sempat mereka sembunyikan. Bahkan ketua Dewan terlihat sedikit terdiam.Erick tidak bergerak, namun wajahnya berubah. Kaisar yang sejak tadi duduk dengan wajah dingin perlahan mengangkat alis.Dior kembali berbicara."Ini tidak ada hubungannya dengan siapa yang akan menjadi Kaisar."Suasana tetap sunyi. Dior memandang ketua Dewan."Tuntutanku adalah terhadap Kaisar." Ia berhenti sejenak. "Bukan untuk menentukan penggantinya."Ketua Dewan mengernyit."Namun apabila Kaisar benar-benar diturunkan, seseorang tetap harus menggantikannya."Dior mengangguk kecil."Itu urusan Dewan dan hukum suksesi."Kemudian tatapannya beralih dan langsung kepada Erick."Dan menurutku..."Dior berhenti.Erick menatapnya, dan seluruh ruangan kembali menahan napas."Dia bukan orang yang tepat untuk menjadi Kaisar."Kali ini, keheningan benar-benar terasa sempurna. Beberapa or

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   1. Kembali hidup

    “Hah… hah…”Napas Siera memburu setelah berlari tanpa henti. Keringat mengalir di pelipisnya, sementara tangannya mencengkeram pinggir pintu balkon untuk menahan tubuhnya tetap berdiri.Sang ratu kekaisaran itu berusaha memahami apa yang baru saja terjadi. Semuanya terasa begitu cepat… begitu kacau

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   5. Kabur sebelum dibunuh!

    Siera meneguk ludah. Ia memang merasa malu karena tertangkap basah, namun ia tetap berdiri tenang, berusaha tidak menunjukkan kegelisahannya.“Maaf… saya tidak bermaksud mendengar pembicaraan Anda berdua.” Siera membungkuk, menjaga sopan santunnya.Saat ia mengangkat kepala, ia bisa melihat pandanga

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   4. Pernikahan atau pembunuhan

    Siera tahu bukan hanya Erick, Dregory, dan semua orang yang berada di ruangan itu tertegun mendengar ucapan Siera yang tiba-tiba.“Apa… yang kau katakan?” suara Erick terdengar tertahan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan bangkit dari posisinya.Siera sempat menoleh

  • Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!   3. Bagaimana jika batal menikah?

    Suara ketukan pintu membuat Siera tersentak. Ia menoleh ke arah pintu ketika daun pintu terbuka perlahan, dan seorang gadis masuk dengan langkah hati-hati.“Nona…”Siera menatapnya.“Mia…”Wajah Mia terlihat lega, bahkan sedikit senang. “Yang Mulia Duke benar… Anda sudah bangun.”Siera menatap gadis

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status