Pagi itu cerah, namun tubuh Siera terasa pegal seolah ia tidak benar-benar beristirahat semalaman. Matanya berat, kelopak matanya sembab, dan lingkar hitam di bawah matanya tidak bisa disembunyikan.Mia sudah berusaha menutupinya dengan daun teh yang diolesi minyak zaitun, ditempelkan pelan agar bengkaknya mereda. Meski begitu, bekas tangis semalam masih terlihat jelas.Siera turun dengan penampilan seadanya. Gaunnya sederhana, rambutnya hanya ditata sekadarnya tanpa hiasan berlebihan. Ia bahkan tidak benar-benar memperhatikan bagaimana dirinya terlihat.Pikirannya masih penuh dengan percakapan kemarin, dengan kata-kata Erick yang terus berputar di kepalanya.Namun ketika hendak memasuki ruang makan, langkahnya terhenti.Di depannya, Dregory juga berjalan menuju ruangan yang sama.Siera langsung membungkuk refleks. “Maaf, Ayah… saya lebih baik kembali.”Ia segera berbalik, jujur saja ia belum siap menghadapi ayahnya
Dernière mise à jour : 2026-04-20 Read More