Siera menghela napas pelan. Tatapannya tertuju kepada Dior yang masih duduk dengan tenang, seolah keputusan untuk menghancurkan tempat tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dipikirkan terlalu lama. Wajah pria itu tetap datar, tanpa sedikit pun keraguan.Namun Siera tahu bahwa masalah ini jauh lebih rumit daripada sekadar menghancurkan sebuah lingkaran sihir. Wilayah itu memiliki sejarah, kepentingan politik, dan alasan mengapa perang besar pernah terjadi di sana.“Kalau kau menghancurkan tempat itu, kau bukan hanya memicu perang.”Dior langsung menoleh kepadanya. Tatapan merahnya beralih dari danau di luar paviliun kepada Siera.“Memicu perang? Apa maksudmu?”Siera terdiam sesaat sebelum menjawab. Ia mencoba menyusun kembali ingatan tentang kehidupan sebelumnya, terutama mengenai wilayah yang selama ini tidak pernah lagi ia pikirkan setelah kembali ke masa lalu. Semakin ia mengingatnya, semakin jelas bahwa tempat itu bukan sekadar tanah kosong di ujung kekaisaran. Letaknya justru berad
Read more