Ruang tengah diselimuti hawa dingin. Bukan karena AC yang menyala, tapi karena tatapan dua orang yang kini duduk di hadapan Iris. Tidak ada siapa pun lagi di rumah itu. Hanya mereka bertiga. Tubuh Iris sedikit kaku di sofa. Dia nyaris tidak bergerak, sosial gerakan sedikit saja, bisa membuatnya mati. Namun diam-diam, matanya melirik sepasang suami istri paruh baya yang tidak asing. Orang yang ingin Iris hindari sejauh mungkin dan berharap tidak bertemu lagi. Sebastian dan Vivienne. Mereka adalah orang tua Silas yang sebelumnya Iris kira adalah Silas dan Dominic. Sialnya karena mereka telah melihatnya, dia harus terjebak untuk menjamu mereka. Meski sejak lima belas menit berlalu, belum ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Kedua orang di depannya juga tidak membuka mulut. Hanya diam menatap menatapnya dengan penuh penilaian. Iris tidak tahu niat mereka, tapi kini, dia merasa seolah duduk di atas kursi panas, di bawah tuntutan hakim. Hingga untunglah, terdengar suara langka
Read more