Beberapa saat setelah luapan kekesalan Iris dan pelukan menenangkan Lona, mereka kini duduk satu meja sambil makan malam bersama. Lona tidak lagi membahas soal kejadian sebelumnya atau mengomeli Iris lagi. Sedangkan Iris, dia kini menyantap makanannya dengan lahap. Menikmati makanan itu seperti orang yang belum makan tiga hari. Sampai Lona menatapnya sedikit aneh. "Pelan-pelan, kau seperti belum makan seminggu."Iris tidak berhenti mengunyah. "Masakanmu enak, Lona. Aku merindukannya.""Ckck, apa itu pujian atau kau memang lapar?"Iris tidak menjawab. Dia hanya nyengir. Tak dipungkiri, dia memang kelaparan setelah melarikan diri dari pelabuhan. Iris naik kendaraan umum dari sisa perhiasan yang menempel di tubuhnya, dan uang yang tertinggal di saku bajunya. Sisanya, Iris harus jalan kaki saat berpindah-pindah untuk mengirit ongkos perjalanan yang memang jauh. Beruntung, dia bisa sampai tanpa harus berjalan kaki berpuluh-puluh kilometer. "Ngomong-ngomong, kau sudah kembali, kau akan
อ่านเพิ่มเติม