Napasku tercekat saat menyadari diriku ada dalam pelukan sepasang lengan kekar begitu aku membuka mata. “Siapa–” Aku menoleh dan langsung terbelalak. “K-Kakak!?”Kenapa kakak tiriku ada di sini?***Dua minggu sebelumnya….“Kosong sekali,” gumamku. Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar. Semua perabotan sudah dijual, sementara barang-barangku sudah kukemas dalam beberapa kardus besar.Rasanya agak sesak.Lusa kemarin, Papa akhirnya menikah lagi dan hari ini kami akan secara resmi pindah ke rumah istri barunya.Ah, tidak. Aku tidak benci ibu baruku. Wanita itu sangat cantik, anggun, dan yang terpenting, tulus menyayangi Papa.Setelah bertahun-tahun melihat raut kesepian di wajah beliau, aku tidak punya alasan dan tidak sampai hati untuk menentang pernikahan itu.Namun, ternyata memang berat meninggalkan rumah ini.Tempat yang menyimpan terlalu banyak kenangan manis sebelum Mama berselingkuh dan menghancurkan segalanya.“Rania, sudah siap, Nak? Papa tunggu di bawah, ya?” Suara
Last Updated : 2026-04-14 Read more