Suara lembut itu membuatku tersentak.Aku segera membalikkan badan.Mas Noah berdiri di anak tangga terakhir dengan senyum teduh yang masih menghiasi wajahnya."E-eh, iya, Mas. Ini baru mau masuk," jawabku sekenanya.Aku merutuki suaraku yang terdengar begitu gugup.Mas Noah berjalan mendekat.Langkahnya pelan dan tenang, sangat bertolak belakang dengan detak jantungku yang semakin cepat.Ia berhenti tepat di hadapanku, melirik sekilas ke arah pintu kamar Mas Sebastian yang sudah tertutup rapat, lalu kembali menatapku."Habis ngobrol sama Mas Tian?" tanyanya lembut.Aku menggeleng kecil."Cuma berpapasan tadi. Mas Tian bilang dia mau istirahat.""Oh..."Mas Noah mengangguk pelan, seolah menerima jawabanku tanpa curiga.Tanpa aba-aba, ia mengangkat tangan.Tubuhku refleks menegang.Namun, jemarinya hanya merapikan kerah bajuku yang sedikit terlipat.Gerakannya begitu telaten, terlalu telaten untuk sebuah sentuhan yang seharusnya sederhana.Setelah itu, tangannya turun, menepuk pelan ba
Last Updated : 2026-07-21 Read more