Pukul sepuluh malam. Kamar utama terasa seperti makam mewah yang luas. Tak ada tanda-tanda Nando akan pulang, tak ada getaran pesan singkat setelah badai tamparan tadi pagi. Eliza sudah terbiasa dianggap tidak ada, namun malam ini, sebuah pesan dari sahabatnya merobek sisa-sisa harga dirinya hingga tak berbekas.“El, suamimu pergi ke hotel malam ini dengan sekretarisnya. Suamiku yang lihat.”Dunia seolah berhenti berputar. Eliza mencengkeram sprei sutra di kedua sisinya, meremasnya hingga jemarinya memutih. Napasnya tercekat di tenggorokan, menahan air mata yang mendesak keluar. Pengkhianatan Nando bukan lagi sekadar kedinginan sikap, melainkan sebuah tikaman telak yang menyatakan bahwa Eliza benar-benar sudah digantikan.Pintu diketuk pelan, memutus jeritan sunyi di kepala Eliza.“Ma, aku nginep di rumah temen ya, pulang besok siang,” suara Orion muncul dari ambang pintu.Eliza mengangguk kaku, tak berani menoleh sepenuhnya.“Mama kenapa?” Orion melangkah masuk sedikit, menyadari wa
Huling Na-update : 2026-04-20 Magbasa pa