Lukas tertegun sejenak.Dari mana dia bisa punya undangan?Tapi tunggu, dia kan pengantin prianya, buat apa butuh undangan!Lukas pun mengerutkan alisnya dengan tidak sabar."Aku pengantin pria di pernikahan ini!""Pengantin pria? Maaf, boleh saya tahu nama Tuan siapa?"Petugas itu membuka daftar tamu dengan bingung untuk memeriksanya, tapi tangan Lukas segera menahannya."Namaku Lukas Argam, CEO Grup Argam! Siapa lagi Tuan Argam yang bisa menikahi Andin, putri dari Keluarga Tardi yang terhormat, kalau bukan aku?"Nada bicaranya terdengar dingin dan tidak terbantahkan.Petugas itu ikut terintimidasi oleh keyakinannya, lalu menatap Lukas dengan panik."Anda pengantin pria, Tuan Argam? Mohon maaf, mari saya antar Anda masuk ke aula sekarang."Lukas melangkah masuk ke ruang pernikahan dengan wajah masam, merasa kesal sekaligus jengkel melihat kerumunan tamu dan dekorasi aula yang indah.Pernikahan ini seharusnya dia yang mengurus semuanya.Lamaran, gaun pengantin, menu makanan, penentuan
Read more