"Kak Anna, sampai jumpa nanti malam ya!" Beth melambaikan tangan dari jendela mobil yang terbuka.Helen sedang menimbun tanah untuk menanam benih tulip. Mendengar itu, dia tersenyum dan menoleh. "Sayang, tunggu sebentar, Kakak punya sesuatu untukmu."Tak lama kemudian, Helen berjalan ke arah mobil sambil membawa dua jimat. Satu dia gantungkan di mobil Anthony, satu lagi dia masukkan ke tas sekolah Beth."Ini yang baru kubuat. Di Kinteria, kami menyebutnya jimat keselamatan. Untuk mendoakan keluarga dan teman agar selalu selamat dan sehat, serta segala hal berjalan lancar." Helen menjelaskan dengan suara lembut.Tak disangka, saat dia mengangkat kepala lagi, dia melihat kakak beradik di depannya menatapnya dengan mata berkaca-kaca."Anna, kamu baik sekali!""Kak Anna, aku sayang kamu!"Helen tertawa kecil, tak tahu harus bagaimana, lalu mengusap kepala mereka satu per satu dengan penuh kasih. "Ya, kamu juga baik, Anthony. Beth, aku juga sayang kamu. Berangkat sana, nanti kalian terlamba
Read More