Short
Ketika Cinta Menemui Titik Jenuh, Hati Pun Berubah

Ketika Cinta Menemui Titik Jenuh, Hati Pun Berubah

Oleh:  AprilTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
24Bab
5Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Semua orang tahu kamu ini cewek penjual nasi goreng di pasar malam, cinta pertama yang menemani Neo si gila itu melewati tiga tahun masa terpuruknya. Dia menganggapmu lebih penting daripada nyawanya." "Aku bisa saja membantumu pura-pura mati dan meninggalkannya, tapi risikonya terlalu besar. Aku dapat keuntungan apa?" Musuh bebuyutan Neo, Cedric, menyesap sedikit alkohol. Tatapannya ke arah Helen penuh ejekan. "Imbalannya adalah sesuatu yang selalu kamu inginkan, 30% saham Keluarga Winata atas namaku." Suara serak Helen terdengar tenang, seolah-olah sedang membicarakan diskon supermarket. "Syarat tambahannya, sebelum aku pergi, kamu atur satu operasi aborsi lagi untukku." Dua kalimat itu membuat lawannya langsung terdiam karena kaget. Tatapan mengejeknya seketika lenyap, hanya tersisa keterkejutan. "Kamu gila ya? Belakangan ini di samping Neo memang ada burung kecil baru, katanya mantan tunangannya. Keluarganya bangkrut, lalu dia beralih jadi wanita penghibur." "Tapi di lingkaran keluarga kaya, siapa yang nggak punya simpanan yang dimanja? Dia juga nggak bisa mengancam posisimu sebagai Nyonya Winata, kenapa kamu harus peduli?"

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Semua orang tahu kamu ini cewek penjual nasi goreng di pasar malam, cinta pertama yang menemani Neo si gila itu melewati tiga tahun masa terpuruknya. Dia menganggapmu lebih penting daripada nyawanya."

"Aku bisa saja membantumu pura-pura mati dan meninggalkannya, tapi risikonya terlalu besar. Aku dapat keuntungan apa?"

Musuh bebuyutan Neo, Cedric, menyesap sedikit alkohol. Tatapannya ke arah Helen penuh ejekan.

"Imbalannya adalah sesuatu yang selalu kamu inginkan, 30% saham Keluarga Winata atas namaku." Suara serak Helen terdengar tenang, seolah-olah sedang membicarakan diskon supermarket. "Syarat tambahannya, sebelum aku pergi, kamu atur satu operasi aborsi lagi untukku."

Dua kalimat itu membuat lawannya langsung terdiam karena kaget. Tatapan mengejeknya seketika lenyap, hanya tersisa keterkejutan.

"Kamu gila ya? Belakangan ini di samping Neo memang ada burung kecil baru, katanya mantan tunangannya. Keluarganya bangkrut, lalu dia beralih jadi wanita penghibur."

"Tapi di lingkaran keluarga kaya, siapa yang nggak punya simpanan yang dimanja? Dia juga nggak bisa mengancam posisimu sebagai Nyonya Winata, kenapa kamu harus peduli?"

Kenapa harus peduli? Bulu mata Helen sedikit bergetar. Dalam benaknya muncul kembali pemandangan tragis semalam. Ibunya terbaring di meja operasi, mengalami pendarahan hebat hingga mati kesakitan. Hatinya seketika seperti diiris pisau.

"Kalau kamu nggak mau, aku bisa cari orang lain." Aura dingin menyelimuti tubuh Helen. Dia bangkit, hendak pergi.

Cedric buru-buru mengubah sikap, mengeluarkan perjanjian pengalihan saham. "Seratus triliun! Uangnya sebentar lagi masuk rekeningmu. Aku akan segera merancang sebuah kecelakaan agar kamu bisa pura-pura mati dan lepas. Soal operasi aborsi ...."

Helen menandatangani surat perjanjian itu dengan cekatan, lalu berbalik dan keluar. Saat tangannya menggenggam gagang pintu, Cedric tetap mengajukan pertanyaan yang mengganjal di hatinya, "Itu juga anakmu, masa kamu tega?"

Pertanyaan itu seperti palu berat, menghantam hati Helen hingga berdarah-darah. Dia membeku di tempat. Wajahnya memucat karena rasa sakit, tetapi akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa dan langsung pergi.

Ketegaran yang dipaksakan runtuh seketika saat pintu lift tertutup.

Lima tahun lalu, Keluarga Winata bangkrut, ayah dan ibu Neo tewas dengan tragis. Neo diserang musuh dan terluka parah sampai melarikan diri ke kawasan kumuh. Dia diselamatkan oleh Helen yang saat itu berjualan nasi goreng di pinggir jalan sambil menjaga ibunya yang bisu.

Kemudian, di pesta saat Grup Winata kembali melantai di bursa, seorang sosialita pernah mengejek Helen karena tubuhnya berbau minyak nasi goreng yang tak bisa hilang. Alhasil, hidung wanita itu langsung dipotong oleh Neo.

Hanya karena Helen takut menikah, Neo melamarnya 99 kali, sedikit demi sedikit menghapus kekhawatiran di hatinya.

Bahkan pada akhirnya, ibu Helen pun terharu sampai menangis, menggunakan bahasa isyarat untuk membujuknya menerima lamaran itu.

Dua tahun setelah menikah, Helen dimanjakan Neo bak tuan putri. Bahkan para saudara Neo pun tak tahan menggoda, "Untung Kak Helen nggak suka bintang. Kalau nggak, Kak Neo pasti sudah belajar meluncurkan roket!"

Helen pikir dia akan bahagia selamanya. Sampai setengah tahun lalu, dia secara tak sengaja memergoki Neo berciuman dengan mantan tunangannya, Regina, di sebuah kelab.

Menghadapi pertanyaannya, wajah tampan Neo tampak suram. Suaranya rendah, seksi, dan santai. "Len, orang di lingkaranku kadang memang perlu ganti selera."

Air mata Helen tak hentinya jatuh karena sakit hati. "Kita cerai saja."

Namun, Neo justru tertawa seperti mendengar sesuatu yang lucu. Bibir tipisnya melengkung licik dan penuh rasa posesif. "Sayang, aku nggak akan setuju. Kamu hanya bisa jadi milikku."

Helen tetap bersikeras mengirim tiga kali surat perjanjian cerai padanya. Pertama kali, dia dikunci oleh Neo yang mabuk di kamar utama vila selama lima hari empat malam, bahkan menghabiskan sepuluh botol pelumas.

Kedua kali, Grup Winata menekan seluruh pengacara di kota hingga tak ada yang berani menerima kasusnya. Ketiga kali, Helen menyusun sendiri perjanjiannya, tetapi mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan menemui Neo.

Saat membuka mata lagi, dokter mengatakan dia sudah hamil tiga minggu. Helen pun menyentuh perutnya, akhirnya menyerah.

Neo juga kembali seperti dulu, mencintai Helen sepenuh hati. Di sisinya tak terlihat lagi sosok Regina.

"Cuma orang yang nggak penting." Neo tersenyum sambil menyuapi Helen anggur hijau yang sudah dikupas, nadanya dingin dan meremehkan.

Namun, saat operasi jantung ibu Helen berlangsung, justru dia, demi orang yang katanya tidak penting itu, memindahkan semua dokter terbaik di kota hingga menyebabkan ibunya meninggal.

Helen benar-benar hancur. Dia sempoyongan mencari Neo, tetapi di luar ruang rawat, dia mendengar kebenaran yang menghancurkan jiwanya.

"Kak Neo, aku cuma sakit haid, nggak perlu sampai begini. Hari ini operasi jantung ibu mertuamu. Kamu nggak temani istrimu? Dia juga lagi hamil ...."

Suara Regina semakin pelan, mata indahnya berkaca-kaca. "Lagi pula, bayi di dalam perutnya juga anak pertamaku."

Kepala Helen berdengung keras.

Tatapan Neo yang biasanya dingin kini hanya tersisa kelembutan. Dia memeluk Regina sambil menenangkannya, "Kalau bukan karena Helen susah hamil, kamu juga nggak perlu bantu aku mempertahankannya dengan mendonorkan sel telur untuk program bayi tabung. Keluarga Winata berutang budi padamu."

"Soal ibu mertuaku, aku sudah mengatur dokter terbaik. Jangan khawatir, hari ini aku hanya milikmu."

Regina bersorak dan memeluknya dengan manja. Sementara Helen yang berada di luar ruangan seperti jatuh ke dalam jurang es, tubuhnya gemetar tak terkendali.

Ternyata ... anak yang dia jaga selama empat bulan itu adalah anak Neo dan Regina? Ternyata ... semua usaha Neo mempertahankannya hanya agar dia melahirkan anak tanpa hubungan darah?

'Neo, hatimu benar-benar kejam!'

Hati Helen hancur sedikit demi sedikit. Pada akhirnya, dia pergi dengan sempoyongan.

Saat mengikuti perawat mengantar jenazah ibunya yang tertutup kain putih ke kamar jenazah, dia berpapasan dengan Neo yang sedang berbisik mesra dengan Regina.

Regina refleks ingin menoleh, tetapi Neo bahkan tidak menoleh. Dia hanya menutup mata Regina dengan lembut. Suaranya dingin saat berkata, "Mayat, jangan dilihat, kotor."

Empat kata itu sungguh menusuk hati. Helen bahkan tak punya tenaga untuk mempertanyakan apa-apa. Sejak mengetahui seluruh kebenaran, jantungnya seolah-olah berhenti berdetak. Dia tidak ingin mencintai Neo lagi.

Lift berhenti di lantai satu. Bunyi notifikasi 100 triliun masuk ke rekening, membangunkannya dari lamunan. Helen menghapus air mata, lalu melangkah keluar.

Namun, sebelum sempat berdiri tegak, sebuah moncong pistol dingin menempel di belakang kepalanya.

Suara serak dan suram Neo terdengar. "Istriku, kamu diam-diam menemui rival bisnis yang paling kubenci. Aku butuh penjelasan."

Helen menunduk. Dia merasa getir, marah, dan konyol. Jadi, Neo juga benci dikhianati? Padahal dia jelas tahu, di kelas tiga SMA, kakak laki-laki Regina menabrak mati ayahnya saat mabuk dan Keluarga Kusuma menggunakan kekuasaan untuk membebaskannya.

Regina sendiri menyebarkan rumor bahwa Helen menjual diri, menindasnya di sekolah, bahkan mengancam akan menabrak ibunya sampai mati. Akhirnya, dia dipaksa berhenti sekolah meskipun nilainya sangat bagus.

Neo malah masih bersama Regina!

Saat amarah sudah tidak bisa dibendung lagi, hanya kelelahan yang mendalam yang menggantikannya. Helen menatapnya dengan tatapan dingin, suaranya datar. "Nggak ada yang perlu dijelaskan."

Neo tertegun. Dalam pupil matanya tercermin wajah pucat Helen dan mata yang memerah. Tiba-tiba, tatapannya melunak. Dia melemparkan pistol ke pengawal di sampingnya.

"Aku hanya bercanda." Dia menarik Helen ke dalam pelukannya, suaranya selembut air. "Aku tahu istriku paling mencintaiku. Kamu datang ke Grup Taslim hari ini pasti cuma untuk membuatku cemburu karena kemarin aku nggak di sisimu saat ibumu mengalami kecelakaan, 'kan?"

"Semua salahku, Sayang. Untuk menebusnya, aku sudah mengatur pemakaman besar untuk ibumu. Sekarang aku akan bawa kamu ke sana."

Tatapan Helen jatuh pada bekas ciuman ambigu di lehernya. Dalam hati, Helen mencibir dingin. Dia ingin sekali memakinya bahwa dia tidak pantas menebus dosa.

Namun akhirnya, dia tidak menangis ataupun membuat keributan, hanya ikut naik ke mobil. Dia ingin mengantar ibunya untuk terakhir kali dengan tenang. Adapun Neo, dia tidak menginginkannya lagi selamanya.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
24 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status