ログインTiga hari kemudian, Beth keluar dari rumah sakit dan Neo kembali ke Kinteria.Luka Neo memang tidak mengenai jantung, tetapi tembakan itu tetap melukai paru-parunya sehingga dia harus kembali untuk pemulihan. Sebelum berangkat dengan jet pribadi, Neo memohon agar Helen mengantarnya.Helen sedang menyisir rambut Beth. Dia terdiam lama dan tidak mengiakan. "Di antara kita, ada terlalu banyak hal yang memisahkan kita. Sudah seharusnya kita nggak melanjutkan hubungan ini."Neo tahu kesalahannya terlalu besar. "Jaga dirimu baik-baik."Setelah berpesan pelan, asistennya mendorong kursi rodanya dan dia pun pergi.....Setengah tahun kemudian, wilayah laut tempat Anthony bekerja menerima peringatan tsunami besar."Cepat, kita harus segera pergi." Wajah Anthony sangat tegang.Ini pertama kalinya Helen melihatnya setegang itu. Kompleks tempat mereka tinggal sangat dekat dengan garis pantai.Tahun-tahun sebelumnya bukan tidak pernah terjadi tsunami, tetapi biasanya hanya perlu tetap di rumah. Tid
Helen menemukan Beth di sebuah ruang operasi yang sudah terbengkalai. Dia bersama beberapa gadis kecil lainnya berada dalam kondisi tidak sadar.Namun, jumlah anak yang ditemukan tidak sesuai dengan jumlah anak yang dilaporkan hilang. Masih ada dua anak laki-laki yang belum ditemukan.Anthony dan Neo pergi mencari dua anak itu, sementara Helen dan Rosita menutup pintu ruang operasi dengan troli sebelum mencoba membangunkan Beth.Namun, mereka diberi obat sehingga tidak bisa segera sadar. Tidak ada pilihan lain, Helen hanya bisa berharap polisi segera datang.Keberuntungan berpihak padanya. Tak jauh dari tempat mereka berada, terdengar suara sirene polisi. Namun, ekspresinya sontak berubah drastis. Pintu ruang operasi didorong paksa dari luar.Para pelaku juga mendengar sirene dan berniat menghancurkan bukti. Saat menemukan pintu terkunci, mereka menyadari ada yang tidak beres.Salah satu yang membawa senjata langsung memecahkan kaca pintu, mencoba mendorong penghalang, lalu bertatapan
Rosita begitu panik hingga matanya memerah. Beth biasanya manja dan penurut. Meskipun kadang nakal dan aktif, dia tidak pernah pergi jauh tanpa izin.Apalagi tiba-tiba menghilang tanpa memberi tahu orang dewasa. Ini jelas tidak normal."Bu, jangan panik." Anthony berlari ke arah mereka dengan napas tersengal-sengal. Jelas, dia sudah mencari ke mana-mana lebih dulu."Di sini banyak anak-anak, mungkin Beth cuma pergi main. Kita cek CCTV dulu."Helen juga segera bereaksi, membuka ponselnya untuk melacak lokasi."Jam tangan anak yang kuberikan ke Beth ada fitur GPS. Di peta terlihat dia sekitar dua kilometer dari pantai ini ...." Helen bergumam."Untung saja ada kamu ...." Rosita baru saja hendak merasa lega, ekspresi Helen tiba-tiba berubah drastis."Lokasinya tiba-tiba bergerak cepat .... Ini nggak beres .... Dia ada di dalam mobil!"Wajah Rosita langsung pucat.Ekspresi Anthony menjadi sangat panik. "Nggak mungkin, aku selalu ajari Beth untuk nggak naik mobil orang asing.""Aku sudah me
Dengan adanya campur tangan polisi, Neo memang tidak bisa lagi sering muncul di dekat Helen.Namun, dia punya uang dan kekuasaan, jadi ... perusahaan luar negeri milik Grup Winata mulai berinvestasi besar-besaran sebagai sponsor di seluruh fasilitas dan tempat di kompleks itu.Tujuan investasi Neo hanya satu, agar ke mana pun Helen pergi, dia tidak perlu mengeluarkan uang.Pada saat yang sama, Neo mulai meminta maaf dan menyatakan cintanya secara terang-terangan. Setiap hari, 999 tangkai mawar dikirim ke rumah Helen. Semua teman yang dikenal Helen pun menerima perhiasan mahal atas nama Helen.Mereka merasa senang, tetapi juga sedikit canggung. Untuk menenangkan mereka, Helen menjelaskan secara singkat apa yang terjadi dan menyuruh mereka menerimanya saja. Uang dari pria berengsek tidak perlu ditolak.Dalam aksi Neo yang menghamburkan uang tanpa batas, waktu pun mendekati malam Natal. Keluarga Anthony yang sedang libur berencana pergi berlibur ke pantai. Mereka secara khusus menanyakan
Malam itu, para penghuni baru yang sebelumnya pindah ke kompleks mereka dengan cepat angkat kaki.Tak lama kemudian, pria yang membuat keributan itu ditangkap polisi karena kasus suap.Sejak saat itu, Helen setiap hari menerima surat permintaan maaf dan hadiah dari Neo. Namun, semuanya dia buang.Ketika Neo melihat cara itu tidak berhasil, dia mulai menunggu di luar rumah Helen setiap hari. Tanpa pengawal, tanpa asisten, tidak seperti biasanya.Hanya dia seorang diri, mengenakan jas khusus yang dulu dibelikan Helen untuknya, dengan lingkar hitam pekat di bawah mata. Ekspresinya penuh penyesalan.Helen tidak peduli. Permintaan maaf yang hanya memuaskan dirinya sendiri itu sama sekali tidak menggugahnya.Waktu berlalu hingga seminggu kemudian. Pagi-pagi, Beth menarik Helen keluar untuk membeli cokelat hazelnut yang sudah lama dia inginkan.Untuk merayakan festival, Helen sudah menyiapkan bahan-bahan sejak beberapa hari sebelumnya.Sepanjang sore, Helen dan Rosita sibuk memasak. Entah sej
Seperti setetes air yang menyatu dengan lautan, kehidupan Helen kembali tenang.Belakangan ini, cukup banyak penghuni baru pindah ke kompleks ini. Di antaranya, tidak sedikit yang berwajah Asia.Helen punya kebiasaan berjalan santai setiap hari. Kompleks ini luas dan suhu di siang hari cukup nyaman.Setelah makan siang, dia selalu joging mengelilingi kompleks. Hari itu, saat melewati rumah penghuni baru, dia melihat seorang wanita tua terjatuh di samping tumpukan koper. Wajahnya penuh kesakitan saat meminta tolong, "Nak, tolong aku .... Sepertinya pinggangku terkilir ...."Dengan prinsip saling membantu sesama perantau, Helen segera memanggil ambulans dan mengantar wanita tua itu ke rumah sakit.Dia juga langsung menghubungi putri dan menantu wanita itu yang sedang bekerja. Namun tak disangka, anak dan menantunya baru datang hampir empat jam kemudian.Bukan hanya itu, mereka menolak membayar biaya pengobatan dan malah menuduh Helen menabrak wanita tua itu. "Kalau bukan kamu yang nabrak
Saat Helen tersadar karena rasa sakit, sahabat dekat Neo yang juga wakil direktur rumah sakit, Boy, baru saja selesai mengganti perban lukanya.Tatapannya tenang melewati bekas luka mengerikan sepanjang 30 sentimeter di perutnya yang kini rata. Dengan suara serak, Helen bertanya, "Neo sudah tahu?"M
Helen hanya pingsan karena gula darah rendah dan emosi yang terlalu bergejolak, tetapi Neo tetap memanggil dokter dari seluruh kota untuknya.Melihat pemandangan yang terasa familier itu, dalam hati Helen tidak ada sedikit pun rasa terharu, yang ada hanya rasa jijik.Selama dua hari ini, Neo hampir
Semua perangkat elektronik Helen disita. Selama 24 jam penuh, selalu ada pengawal yang mengawasinya, sekaligus terus melaporkan jadwal Neo dan Regina kepadanya.Seolah-olah sengaja untuk membuatnya marah, dalam tujuh hari itu, Neo dan Regina melakukan semua hal yang biasa dilakukan pasangan kekasih.
Di bawah cahaya lampu yang menyilaukan, Helen yang mengalami dehidrasi parah merasa pandangannya berputar.Bagian tubuh dari pinggang ke bawah mati rasa hingga dia bahkan tidak bisa berdiri tegak, hanya bisa bersandar pada dinding.Suara bising memenuhi telinganya. Seseorang bahkan tertawa. "Ya ampu







