Malam harinya, Arumi mengintip dari ambang pintu dan Nugie terlihat duduk di ruang tamu dan fokus dengan tabletnya. Siang tadi, mereka sudah membahas perihal pernikahan terkait venue dan konsep yang mereka inginkan. Arumi tak bisa memutuskan sehingga akhirnya mengikuti arahan dari WO yang sudah mereka sewa. Namun sesuatu masih terasa mengganjal bagi Arumi. Ia pun keluar dari kamar, berpura-pura ke dapur untuk membuat teh, "Ehm, K-Kamu mau teh?" Nugie menoleh ke arah counter, "Ya?" "Aku mau buat teh, Kamu mau?" "No, thanks," ucap pria itu singkat lalu kembali pada tabletnya. Meski merasa agak keki, Arumi tetap membuat teh untuk dirinya sendiri lalu setelahnya beranjak ke meja makan dan duduk di samping Nugie, yang begitu fokus dengan pekerjaannya. Banyak yang harus dibenahi pria itu dan Ia mulai mencicilnya sebelum cuti sejenak untuk menikah. Arumi menyalakan televisi dan berpura-pura menonton meski pikirannya tak tertuju pada tontonan tersebut. "A-Apa aku boleh ajak Ibuku pas m
Read more