Sesampainya di rumah, setelah mandi, Nugie mencukur bulu tipis di dagu dan area mulutnya yang mulai tumbuh. Sembari melakukan itu, Ia tenggelam dalam pikirannya dan teringat mimpinya pagi tadi. "Ack!" rintihnya ketika pisau cukur yang digunakan tak sengaja melukai dagunya."Ah, sial–" rutuknya sambil meringis ketika Ia membasuh wajah dan merasakan perih di dagunya. Disaat bersamaan, Arumi memasuki bermaksud untuk mencuci muka sebelum tidur. Nugie, yang tengah membasuh muka, sontak terdiam ketika melihat Arumi mengenakan gaun tidur malam berwarna biru. Lagi-lagi gejolak aneh dalam dirinya muncul."A-Aku cuma mau cuci muka...""Oke. Aku udah selesai kok," Ujar Nugie canggung. Ia menghindari tatap mata Arumi sebelum keluar namun tiba-tiba, wanita itu menahannya. "Kenapa?""Dagu kamu berdarah."Pria itu refleks menutup dagu dengan tangannya, "Nggak apa-apa...ntar tinggal dipakein plester aja," ucap Nugie melepaskan genggaman Arumi dan bergegas ke kamarnya. Ia membuka laci nakasnya, mencar
Read more