"Ehh? Se-serius soal apa? Soal cucu?!" cicit Bianca gelagapan, langkah kakinya refleks mundur satu tapak saat tubuh tinggi Damian semakin mengikis jarak di antara mereka. "Soal kamu. Soal kita," balas Damian kaku dan rendah. Tangannya terulur, menahan pinggang Bianca hingga tubuh mungil gadis itu menempel erat di dadanya. "Damian..." panggil Bianca lirih, napas hangat suaminya menerpa permukaan wajahnya, membuat degupan jantungnya kembali berpacu liar. "Kamu... kamu sengaja ya ngomong gitu di depan Alex?" tanyanya polos, mendongakkan kepala menatap garis rahang tegas Damian. Damian memiringkan kepalanya sedikit, jarinya mengusap dagu mulus Bianca dengan gerakan lembut namun penuh tekanan posesif. "Dia melihatmu," pangkas Damian dingin. "Lah, Alex kan cuma ngeliatin kita makan, Damian! Dia sepupu aku, dia udah kayak kakak aku sendiri sejak kecil," bela Bianca lembut, suaranya terdengar begitu manja. "Kamu gak perlu cemburu sama Alex. Di mata ku, cuma kamu pria paling t
더 보기