"Gimana, Damian? Enak gak?" goda Bianca dengan napas yang mulai terengah-engah. Rambut panjangnya yang terurai jatuh menyapu dada bidang suaminya. "Service dari istri kamu ini memuaskan gak?" "Sangat nikmat, sayang.. Sshhh.. Bergeraklah lebih liar, Bianca.." pangkas Damian jujur dan tegas. Pria itu tak lagi sanggup hanya menjadi penonton pasif. Kedua tangannya yang besar dan hangat bergerak naik dari pinggang, meremas lembut kedua paha mulus Bianca, membantu menuntun gerakan naik turun istrinya agar terkunci semakin dalam dan presisi. "AHH! AHH! DAMIAN! Nngghh... Itu terlalu dalam, sayang!" jerit Bianca terkejut saat dorongan balasan dari bawah menghantam titik terdalam rahimnya. "Lebih cepat, Bianca.. Oouugghhh.." pangkas Damian kaku tanpa mengendurkan cengkeramannya. "I-iya, sayang... Aahh.. Aaahhhh!" Bianca memacu gerakannya semakin cepat dan berani. Kepalanya mendongak ke atas, merasakan sensasi kenikmatan yang membara, menjalar cepat ke seluruh inci tubuhn
Read more