Lidah mereka saling menari, saling menjilat, saling mengisap. Tangan Roni naik ke bawah tank top, meremas bukit kembar Dewi yang matang dan berat dengan penuh nafsu. Jempolnya memainkan pucuk yang sudah mengeras seperti batu kecil.Dewi mendesah panjang ke dalam mulut Roni. "Ahh... remas lebih kuat... aku suka kalau kamu kasar."Tanpa menunggu, Roni menarik lepas tank top Dewi dan melemparkannya ke lantai. Ia menunduk, menyedot pucuk kiri Dewi dengan liar sambil tangan kanannya meremas bukit kembar yang satu lagi.Dewi menggigit bibir bawahnya, kepalanya mendongak, rambut hitamnya tergerai indah.Roni mendorong Dewi hingga jatuh terlentang di ranjang. Ia melepas celana pendek Dewi perlahan, membuka kedua paha mulusnya lebar-lebar.Mahkotanya sudah basah, bibir kewanitaannya mengkilap cairan bening yang melimpah."Lihat ini... punyamu sudah banjir," gumam Roni sambil tersenyum nakal. Ia menunduk, meniupkan napas hangat ke celah yang sensitif itu. Dewi menggeliat, pinggulnya terangkat.
Baca selengkapnya