Edward masih memeluk tubuh wanitanya yang gemetaran, kesakitan yang dirasakan oleh Sisilia begitu menghimpit dadanya. "Apakah cinta itu hadir untuk satu nama?" Dengan lembut suara Edward menyapa telinga Sisilia. Sisilia mendongak menatap wajah Edward, lelaki yang akhir-akhir ini selalu menemuinya dalam mimpi. "Aku ... sungguh salama ini belum ada lelaki satupun yang berhasil membuatku nyaman, Tuan.""Lalu, bagaimana dengan aku, hem?""Dia menemukanku dalam keadaan mengenaskan, lalu menghisap ku hingga ke akar dan berujung hilangnya janinku.""Apakah pria semacam itu masih perlu dipertahankan?*Sisilia menelusup lebih dalam ke pelukan Edward, lalu terdengar lirih isak tangisnya. Melihat kelukaan yang begitu dalam hati Edward seakan diiris cepat tanpa belas kasih. " Aku, ingin bebas bergerak dan melenting tinggi untuk seluruh anggota pack Sniders, Tuan.""Maka, terimalah cintaku, Nona!"Edward membingkai wajah Sisilia, dia begitu terpesona akan pahatan sempurna sang pelukis malam. Iy
Last Updated : 2026-06-10 Read more