Esther masih setia menemani majikannya berdiri di tepi danau. Dia hanya diam tanpa bersuara lagi, kedua matanya menatap pada gelapnya malam tanpa bintang. "Malam ini bulan masih tampak sedih, Esther. Mungkin nanti hingga bulan separo aku menemui pria brensek itu.""Untuk apa, Nona. Rasanya akan buang waktu percuma.""Tidak, justru dengan begini kau akan melangkah tenang meninggalkan masa silam."Esther mengembuskan napas kasar, dia menoleh melihat wajah Alpha. Tamoak gurat sedih yang terpancar di wajah cantik itu. "Kali ini Anda sudah murni dapat melihat, Nona. Akankah semua ini menjadi dilema begitu wajah Alpha Stuward terlihat nyata?""Ada apa dengan wajahnya, bagiku dia adalah pria brengsek. Selalu ingin diperhatikan dan dipuaskan tetapi tidak mau berbalas.""Baiklah, hati-hati saja saat berjumpa dengan pria licik itu!"Alpha Sniders mengangguk, lalu dia berbalik badan dan melangkah masuk ke dalam kastil. Pikirannya mulai berselancar mencari sesuatu sebagai bukti. Esther mengiku
Baca selengkapnya