Udara seakan membeku. Marcel Gamar berbalik perlahan, matanya menyipit tipis di balik kacamata berbingkai emas, menatapku dengan dingin, nggak ada emosi sedikit pun."Kamu bilang apa?" Suaranya berat, menekan, seolah penuhi seluruh ruangan.Lampu kristal di atas kepala rasanya begitu menyilaukan. Aku menatap wajah yang dulu pernah buat aku terpikat, perutku langsung merasa mual."Aku bilang pernikahan ini batal." Suaraku datar, nggak ada getaran sedikit pun."Pfft!"Greta Gantari terkikik, suaranya manis seperti madu, namun beracun."Olivia, nggak usah sepicik itu," bisiknya manja sambil sandarkan tubuhnya ke Marcel dan sengaja memutar cincin berlian besar di jarinya."Marcel cuma kasihan karena aku nggak punya perhiasan yang cukup mengesankan untuk dipamerkan waktu makan malam sebelum acara. Cincin ini justru akan tunjukkan nilai terbaiknya kalau aku yang pakai. Kamu kan biasanya begitu bijak, kenapa kok sekarang bersikap nggak masuk akal di saat sepenting ini?"Greta panggil “Marcel.
Magbasa pa