MasukDi pabrik perhiasan pribadi milik Keluarga Gamar, cincin pernikahan yang aku tunggu selama enam bulan, sekarang melingkar di jari wanita lain. Di jari Greta Gantari. Seorang supermodel internasional, wanita yang jadi selingkuhan tunanganku, Ketua Mafia dari Keluarga Gamar. Direktur pabrik perhiasan berdiri di samping, keringat dingin basahi punggungnya saat dia melirik Marcel Gamar yang duduk santai di sofa. Marcel bangkit. Dia raih tangan Greta, angkat tangan itu ke arah cahaya untuk kagumi cincin itu. Nada suaranya dingin, nggak kasih ruang untuk dibantah. "Dia akan tampil di acara peragaan busana di Penida minggu depan. Dia butuh cincin ini untuk curi perhatian dunia kalangan elite. Brankas keluarga penuh dengan perhiasan. Pilih yang lain saja, nggak usah lebay." Di bawah cahaya lampu yang menyilaukan, Greta menatap bayangannya di cermin, senyumnya angkuh penuh kemenangan. Aku lalu menatap diriku sendiri. Sweater kasmir dan celana jeans. Aku nggak cocok ada di sini. Pernikahan yang telah direncanakan selama setahun itu ... tiba-tiba rasanya seperti lelucon. Aku nggak marah. Aku cuma batalkan gaun pengantin pesananku sekaligus. "Marcel. Perhiasan lain juga nggak masalah. Tapi, aku nggak jadi nikah."
Lihat lebih banyakMarcel tunggu di sana selama tiga hari tiga malam, tanpa makanan, tanpa air.Dia bahkan nggak tahu apa yang harus dia lakukan. Marcel cuma tahu dia harus lihat Olivia sekali lagi. Sekali saja. Bahkan jika itu berarti berlutut dan jilat debu dari sepatunya.Akhirnya, pada malam hari keempat, sebuah Rolls-Royce Phantom hitam, dikawal beberapa Cadillac, perlahan keluar dari gerbang.Marcel lihat kesempatannya. Dengan sisa tenaga terakhir, Marcel jatuhkan diri ke depan mobil.BUK!Dia mendarat keras di lutut di atas aspal. Suara tulang menghantam jalan terdengar mengerikan. Marcel berlutut di lumpur kotor, lalu mulai benturkan kepalanya ke tanah.Buk! Buk! Buk!Dahinya pecah. Darah bercampur dengan lumpur, warnai jalan jadi merah."Olivia! Tolong lihat aku sekali lagi!""Aku tahu aku salah! Aku benar-benar tahu! Aku nggak minta kamu maafkan aku, aku cuma mau hidup! Aku sekarat!"Marcel telah jatuh lebih rendah dari debu. Jendela mobil turun sedikit. Rasa hangat di dalam sana terasa dari lu
Olivia, sambil angkat sedikit gaunnya, melangkah perlahan ke tepi anak tangga altar."Marcel," ucapnya, bibir merahnya nyaris nggak gerak."Aku nggak korek sampah untuk ambil kembali sesuatu yang sudah aku buang."Rudi maju selangkah dan tarik Olivia ke dalam pelukan. Jari-jarinya yang kuat dan anggun remukkan gelas wiski yang dia pegang.Suara kaca pecah itu adalah suara harapan terakhir Marcel yang hancur."Lempar dia ke selokan di Sungai Cellini," kata Rudi tenang, seolah menutup nasib Marcel."Dan sebarkan perintah ke seluruh dunia mafia untuk bunuh dia. Siapa pun yang kasih dia makan sepotong roti, akan jadi musuh Keluarga Ahmad."Saat Marcel diseret keluar dengan rambutnya, teriakannya menggema di seluruh gereja, pintu perlahan menutup.Di detik terakhir sebelum tertutup sepenuhnya, mata merahnya lihat Rudi membungkuk dan cium bibir Olivia dengan penuh kepemilikan.Lalu dunia Marcel jadi gelap. Hidup Marcel nggak cuma sekadar mimpi buruk. Ini jauh lebih buruk dari itu. Mimpi buru
Seluruh jalan ditutup. Deretan mobil mewah membentang sejauh mata memandang.Anak buah Rudi berjaga setiap beberapa langkah, bentuk dinding manusia yang mustahil ditembus di sekitar gereja katedral.Marcel tegakkan punggungnya, berusaha kumpulkan kembali wibawa seorang Ketua Mafia Gamar yang dulu dia miliki, lalu melangkah menuju pintu masuk."Minggir sana! Aku mau ketemu Olivia!" teriaknya ke para penjaga.Dua pria itu menatapnya tanpa ekspresi. Salah satunya bahkan nggak repot-repot lihat ke arahnya."Kalau nggak ada undangan, kamu mati. Sesederhana itu."Marcel terisak, lalu ambruk di anak tangga.Dinding besar bernama status dan kekuasaan itu nyata adanya. Di tempat ini, Marcel Gamar bukan siapa-siapa.Dia berlutut di tangga yang dingin. Air mata pahit bercampur dengan hujan mengalir di mulutnya.Marcel meronta, teriak ke arah pintu, "Biarkan aku masuk! Olivia itu wanitaku! Kalian semua anjing! Suruh Rudi keluar ke sini!"Para bos keluarga yang dulu jilat Marcel sekarang jaga jarak
Kring … Kring … Kring .…Olivia angkat panggilan itu pada dering ketiga."Marcel." Suara Olivia begitu tenang tapi menakutkan, nggak ada emosi."Olivia!" Marcel langsung nangis."Tolong, selamatkan aku! Aku salah, aku benar-benar salah! Aku akan singkirkan Greta! Aku akan lakukan apa pun yang kamu mau! Tolong, Olivia! Aku nggak mau masuk penjara!"Air mata dan ingus bercampur di wajahnya.Hening. Lalu terdengar tawa dingin dari seberang."Manusia nggak akan marah kalau digigit anjing liar, tapi manusia marah ke diri sendiri karena cukup bodoh percaya ke anjing itu, " katanya datar."Olivia, aku cinta kamu! Aku selalu cinta kamu!" Marcel teriak histeris."Cinta?" Olivia terkekeh pelan."Kamu cuma cinta kekuasaan dan uang yang aku kasih ke kamu. Dan sekarang, kamu akan diburu sampai mati oleh Komisi dan musuh-musuhmu karena pengkhianatanmu.""Nggak! Olivia, jangan lakukan ini!"Klik. Sambungan terputus.Marcel menatap HP itu, dunianya runtuh jadi keputusasaan total.Tiga hari kemudian, M












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.