Marcel tunggu di sana selama tiga hari tiga malam, tanpa makanan, tanpa air.Dia bahkan nggak tahu apa yang harus dia lakukan. Marcel cuma tahu dia harus lihat Olivia sekali lagi. Sekali saja. Bahkan jika itu berarti berlutut dan jilat debu dari sepatunya.Akhirnya, pada malam hari keempat, sebuah Rolls-Royce Phantom hitam, dikawal beberapa Cadillac, perlahan keluar dari gerbang.Marcel lihat kesempatannya. Dengan sisa tenaga terakhir, Marcel jatuhkan diri ke depan mobil.BUK!Dia mendarat keras di lutut di atas aspal. Suara tulang menghantam jalan terdengar mengerikan. Marcel berlutut di lumpur kotor, lalu mulai benturkan kepalanya ke tanah.Buk! Buk! Buk!Dahinya pecah. Darah bercampur dengan lumpur, warnai jalan jadi merah."Olivia! Tolong lihat aku sekali lagi!""Aku tahu aku salah! Aku benar-benar tahu! Aku nggak minta kamu maafkan aku, aku cuma mau hidup! Aku sekarat!"Marcel telah jatuh lebih rendah dari debu. Jendela mobil turun sedikit. Rasa hangat di dalam sana terasa dari lu
Read more