Share

Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya
Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya
Author: Liora Z

Bab 1

Author: Liora Z
Udara seakan membeku. Marcel Gamar berbalik perlahan, matanya menyipit tipis di balik kacamata berbingkai emas, menatapku dengan dingin, nggak ada emosi sedikit pun.

"Kamu bilang apa?" Suaranya berat, menekan, seolah penuhi seluruh ruangan.

Lampu kristal di atas kepala rasanya begitu menyilaukan. Aku menatap wajah yang dulu pernah buat aku terpikat, perutku langsung merasa mual.

"Aku bilang pernikahan ini batal." Suaraku datar, nggak ada getaran sedikit pun.

"Pfft!"

Greta Gantari terkikik, suaranya manis seperti madu, namun beracun.

"Olivia, nggak usah sepicik itu," bisiknya manja sambil sandarkan tubuhnya ke Marcel dan sengaja memutar cincin berlian besar di jarinya.

"Marcel cuma kasihan karena aku nggak punya perhiasan yang cukup mengesankan untuk dipamerkan waktu makan malam sebelum acara. Cincin ini justru akan tunjukkan nilai terbaiknya kalau aku yang pakai. Kamu kan biasanya begitu bijak, kenapa kok sekarang bersikap nggak masuk akal di saat sepenting ini?"

Greta panggil “Marcel.” Begitu alami. Begitu akrab.

Selama lima tahun, nggak pernah sekalipun aku dengar ada wanita lain yang panggil dia seperti itu.

"Lepaskan cincin itu," kataku dingin.

Greta pura-pura ketakutan, tarik ujung pakaian Marcel.

"Marcel, aku takut .…"

Marcel tarik Greta ke belakang, lindungi dia. Alisnya berkerut.

"Cukup, Olivia!"

Marcel kibaskan tangan dengan jengkel. "Kamu nggak usah cari masalah."

Marcel jalan dekati aku. Setiap langkahnya terasa seperti ancaman.

"Greta akan tampil di acara peragaan busana di Penida. Relasi itu sangat penting untuk masa depan keluarga. Aku kasih dia cincin itu demi masa depan rumah tangga kita."

Marcel berhenti tepat di depanku, menatapku dari atas.

"Dan kamu? Pemilik galeri seni? Siapa yang mau kamu buat kagum dengan benda seperti itu? Teman-teman senimanmu yang miskin?"

Setiap katanya seperti pisau yang menusuk jantungku.

Lima tahun.

Lima tahun aku sembunyikan jati diriku, bantu dia dari balik bayangan, tapi semua itu nggak berarti apa-apa buat dia.

"Marcel, ini cincin pernikahan yang sudah aku tunggu selama enam bulan. Kamu kasih gitu saja? Emang kamu sudah minta pendapatku?"

Aku tahan napas, kepalkan tangan erat.

Marcel tertawa dingin.

"Pendapatmu?"

Marcel mendekat, napasnya terasa begitu dekat.

"Cincin 80 miliar itu? Aku yang bayar. Apartemen di tepi danau tempat kamu tinggal, Maserati yang kamu kendarai, dan biaya sewa galeri kecilmu yang menyedihkan itu, semuanya dari aku. Dan sekarang kamu bicara soal pendapat?"

Marcel ulurkan jarinya dan tusuk bahuku dengan keras.

"Olivia, sebaiknya kamu belajar bersyukur dan nggak usah atur-atur aku."

Aku menatap pria angkuh di depanku dan tiba-tiba dia terasa begitu asing.

Ini pria yang aku cintai selama lima tahun? Dia nggak merasa ada yang salah dengan kasih cincin pernikahanku ke wanita lain. Di matanya, aku cuma salah satu benda indah yang dia miliki. Aku sudah muak bicara. Aku pun berbalik pergi.

"Olivia, nggak usah keterlaluan!"

Marcel cengkeram pergelangan tanganku. Begitu kuat sampai aku hampir teriak kesakitan.

"Sekarang kamu pergi ke brankas, pilih perhiasan lain, dan upacara pernikahan tetap akan berjalan sesuai rencana." Suaranya rendah, berbahaya, berbisik di telingaku.

"Selama kamu bersikap baik, aku akan belikan kamu seluruh toko perhiasan di Tarayana sebagai gantinya. Tapi kalau kamu berani melangkah keluar dari pintu itu .…"

Marcel berhenti sejenak. Suaranya jadi lebih dingin.

"Aku pastikan nggak ada seorang pun di kota ini akan jual apa pun ke kamu. Kamu akan sadar, nggak ada aku, kamu nggak akan punya tempat untuk berteduh."

Tahan rasa sakit yang menusuk di pergelangan tanganku, aku angkat kepala dan menatap lurus ke matanya.

Lima tahun pengabdian untuk ini?

"Marcel, kamu buat aku muak."

Aku tarik lenganku dari genggamannya. Aku pun jalan menuju pintu, nggak noleh lagi.

"Olivia, aku peringatkan kamu! Jangan berani-berani nantang aku!"

Aku nggak berhenti. Aku tegakkan bahu, dorong pintu pabrik perhiasan itu, dan melangkah keluar. Di belakangku, terdengar tawa Marcel yang dingin, angkuh, dan menusuk.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 11

    Marcel tunggu di sana selama tiga hari tiga malam, tanpa makanan, tanpa air.Dia bahkan nggak tahu apa yang harus dia lakukan. Marcel cuma tahu dia harus lihat Olivia sekali lagi. Sekali saja. Bahkan jika itu berarti berlutut dan jilat debu dari sepatunya.Akhirnya, pada malam hari keempat, sebuah Rolls-Royce Phantom hitam, dikawal beberapa Cadillac, perlahan keluar dari gerbang.Marcel lihat kesempatannya. Dengan sisa tenaga terakhir, Marcel jatuhkan diri ke depan mobil.BUK!Dia mendarat keras di lutut di atas aspal. Suara tulang menghantam jalan terdengar mengerikan. Marcel berlutut di lumpur kotor, lalu mulai benturkan kepalanya ke tanah.Buk! Buk! Buk!Dahinya pecah. Darah bercampur dengan lumpur, warnai jalan jadi merah."Olivia! Tolong lihat aku sekali lagi!""Aku tahu aku salah! Aku benar-benar tahu! Aku nggak minta kamu maafkan aku, aku cuma mau hidup! Aku sekarat!"Marcel telah jatuh lebih rendah dari debu. Jendela mobil turun sedikit. Rasa hangat di dalam sana terasa dari lu

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 10

    Olivia, sambil angkat sedikit gaunnya, melangkah perlahan ke tepi anak tangga altar."Marcel," ucapnya, bibir merahnya nyaris nggak gerak."Aku nggak korek sampah untuk ambil kembali sesuatu yang sudah aku buang."Rudi maju selangkah dan tarik Olivia ke dalam pelukan. Jari-jarinya yang kuat dan anggun remukkan gelas wiski yang dia pegang.Suara kaca pecah itu adalah suara harapan terakhir Marcel yang hancur."Lempar dia ke selokan di Sungai Cellini," kata Rudi tenang, seolah menutup nasib Marcel."Dan sebarkan perintah ke seluruh dunia mafia untuk bunuh dia. Siapa pun yang kasih dia makan sepotong roti, akan jadi musuh Keluarga Ahmad."Saat Marcel diseret keluar dengan rambutnya, teriakannya menggema di seluruh gereja, pintu perlahan menutup.Di detik terakhir sebelum tertutup sepenuhnya, mata merahnya lihat Rudi membungkuk dan cium bibir Olivia dengan penuh kepemilikan.Lalu dunia Marcel jadi gelap. Hidup Marcel nggak cuma sekadar mimpi buruk. Ini jauh lebih buruk dari itu. Mimpi buru

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 9

    Seluruh jalan ditutup. Deretan mobil mewah membentang sejauh mata memandang.Anak buah Rudi berjaga setiap beberapa langkah, bentuk dinding manusia yang mustahil ditembus di sekitar gereja katedral.Marcel tegakkan punggungnya, berusaha kumpulkan kembali wibawa seorang Ketua Mafia Gamar yang dulu dia miliki, lalu melangkah menuju pintu masuk."Minggir sana! Aku mau ketemu Olivia!" teriaknya ke para penjaga.Dua pria itu menatapnya tanpa ekspresi. Salah satunya bahkan nggak repot-repot lihat ke arahnya."Kalau nggak ada undangan, kamu mati. Sesederhana itu."Marcel terisak, lalu ambruk di anak tangga.Dinding besar bernama status dan kekuasaan itu nyata adanya. Di tempat ini, Marcel Gamar bukan siapa-siapa.Dia berlutut di tangga yang dingin. Air mata pahit bercampur dengan hujan mengalir di mulutnya.Marcel meronta, teriak ke arah pintu, "Biarkan aku masuk! Olivia itu wanitaku! Kalian semua anjing! Suruh Rudi keluar ke sini!"Para bos keluarga yang dulu jilat Marcel sekarang jaga jarak

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 8

    Kring … Kring … Kring .…Olivia angkat panggilan itu pada dering ketiga."Marcel." Suara Olivia begitu tenang tapi menakutkan, nggak ada emosi."Olivia!" Marcel langsung nangis."Tolong, selamatkan aku! Aku salah, aku benar-benar salah! Aku akan singkirkan Greta! Aku akan lakukan apa pun yang kamu mau! Tolong, Olivia! Aku nggak mau masuk penjara!"Air mata dan ingus bercampur di wajahnya.Hening. Lalu terdengar tawa dingin dari seberang."Manusia nggak akan marah kalau digigit anjing liar, tapi manusia marah ke diri sendiri karena cukup bodoh percaya ke anjing itu, " katanya datar."Olivia, aku cinta kamu! Aku selalu cinta kamu!" Marcel teriak histeris."Cinta?" Olivia terkekeh pelan."Kamu cuma cinta kekuasaan dan uang yang aku kasih ke kamu. Dan sekarang, kamu akan diburu sampai mati oleh Komisi dan musuh-musuhmu karena pengkhianatanmu.""Nggak! Olivia, jangan lakukan ini!"Klik. Sambungan terputus.Marcel menatap HP itu, dunianya runtuh jadi keputusasaan total.Tiga hari kemudian, M

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 7

    "Apa maksudmu dibekukan?" Suara Marcel bergetar.Wajah Guntur pucat pasi, keringat menetes dari dagunya."Sumber utama dana bisnis ilegal keluarga terputus jam tiga pagi. Garis kredit delapan triliun hilang. Komisi minta penjelasan kenapa pendanaan kita lenyap. Semua bisnis legal kita telah disita. Pelabuhan ditutup. Bahkan para buruh pelabuhan nggak tahu lagi harus terima perintah dari siapa."Marcel menatap layar itu. Satu per satu, setiap rekening tunjukkan angka nol. Angka-angka yang dulu jadi kebanggaannya, kini lenyap tanpa jejak."Ini nggak mungkin!" raungnya."Itu uangku! Itu semua bisnisku!""Ketua Marcel .…" Guntur gemetar."Aku sudah periksa semuanya. Semua sumber dana, semua bisnis itu, berujung pada satu pemilik utama.""Siapa? Kasih tahu aku siapa yang berani sentuh uangku?!" Mata Marcel memerah.Guntur buka sebuah berkas.Jaringan rumit perusahaan cangkang dan aliran dana muncul di layar. Namun di ujung setiap garis, setiap panah menunjuk pada satu nama kode.Guntur bisi

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 6

    Danau Mosa.Benteng pribadi Rudi, sebuah kastil di pulau terpencil yang dikelilingi air hitam pekat. Tempat paling aman di seluruh Cellini.Aku duduk di sofa kulit Italia, kini telah berganti pakaian hangat dan kering. Kalung ibuku kembali melingkar di leherku.Dokter baru saja selesaikan perawatan lututku, lalu pamit dengan tenang. Rudi datang bawa segelas bourbon dan selipkan itu ke tanganku. Dia duduk di sampingku, tarik aku bersama selimut yang selimuti tubuhku ke dalam pelukannya."Tim hukumku sudah siaga penuh," ujar Rudi pelan, dagunya bertumpu di atas kepalaku.Aku genggam gelas hangat itu. Mataku jernih, dingin, tajam, seperti seorang ratu yang siap berperang."Hubungkan mereka."Rudi mengangguk dan tekan tombol merah di meja. Sebuah layar besar turun perlahan, lalu terbelah jadi puluhan jendela.Nestan. La Luna. Mesto. Verona. Lumnia. Zembar. Kepulauan Cote.Jaringan global operator keuanganku, masing-masing raksasa di bidangnya, muncul satu per satu. Semua tunggu perintahku.

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 5

    Aku tutup telepon, genggam erat HP hitam itu. Air hujan yang mengalir di wajahku nggak mampu padamkan api di mataku.Hiruk-pikuk pesta terasa begitu jauh, seolah berasal dari dunia lain. Marcel dan Greta sedang nikmati puncak kejayaan mereka.Detik demi detik berlalu. Menit ke dua belas.ROARRR!Sua

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 4

    Kalung salib milik ibuku adalah satu-satunya bagian dari dirinya yang masih aku miliki di dunia ini. Jari-jari Marcel mengencang di bagian rantainya. Dia hanya perlu lepaskan dan kalung itu akan jatuh ke dalam tungku api di dekat kami."Aku hitung sampai tiga," kata Marcel sambil berdiri menjulang d

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 3

    Aku membungkuk dan ambil kantong pakaian yang basah itu. Perlahan, aku buka ritsletingnya. Di dalamnya ada sebuah gaun merah.Nggak, itu bukan gaun. Itu kostum pelayan murahan. Jenis yang biasanya dijual di toko dewasa. Belahannya begitu rendah hingga hampir sentuh pusar, dan roknya nyaris nggak leb

  • Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya   Bab 2

    Aku dorong pintu itu sampai terbuka dan seketika hembusan angin dingin menghantam tubuhku. Belum sempat aku melangkah lebih jauh, dua pengawal Marcel sudah tangkap aku, masing-masing cengkeram lenganku."Bos bilang kamu perlu tenangkan diri."Mereka ambil jaket dan tas tanganku. Semua isinya mereka

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status