"Dia suamiku dan menurutku, aku memilikinya."Safara semakin mengepalkan tangan, marah mendengar ucapan Sera. "Sudah kuduga, kamu memang egois, Sera. Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri!""Jelas." Sera berkata dengan santai, "kan sudah kubilang, untuk Mas Xavier, aku akan egois!" tegasnya, menatap dingin pada Safara. "Kak Xavier itu bukan milik kamu. Kak Xavier itu …-"Sera memotong. "Milik Tuhan? Yah, aku tahu itu kok. Cuman, dibandingkan dengan siapapun di dunia ini, aku lebih berhak atas diri Mas Xavier. Dia suamiku, dia milikku. Sedangkan Kakak? Apa alasan terkuatmu sehingga kamu merasa Mas Xavier itu punyamu? Dia hanya sepupumu, batasan kalian sangat-sangat jauh. Semisal dia tak mengenal ataupun tak tahu kamu ada di dunia ini, itu sah-sah saja. Karena kalian hanya terikat oleh hubungan kekeluargaan yang perlahan akan memudar di setiap generasinya.""Diam kamu! Intinya Kak Xavier itu punyaku dan aku tidak akan membiarkanmu mendapatkannya," pekik Safara dengan nada yang menjerit
Magbasa pa