Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!

Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!

last updateLast Updated : 2026-04-16
By:  CacaCiciOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
15views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di pesta pernikahan kakek neneknya, Aluna Rasya Adam dijebak oleh seseorang dengan cara memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Aluna. Beruntung saat seseorang itu berniat mencelakainya, Aluna berhasil melarikan diri dan bersembunyi dalam mobil seorang pria. Namun, obat itu bereaksi dan membuat Aluna berakhir tidur dengan pria pemilik mobil, di mana pemilik mobil tersebut bukan sembarang orang. Pria itu adalah Kaizen Xavier Adam, penguasa dingin yang terkenal cuek dan disegani banyak orang. Kabar buruknya, pria itu masih berkerabat dengan Aluna, Kaizen adalah om-nya. Setelah malam panas itu, Aluna berupaya bersembunyi supaya tidak berurusan dengan pria dingin itu. Akan tetapi takdir berkata lain, Kaizen berakhir menjadi jodohnya. Suami dingin VS istri plenger? Bisakah mereka terus bersama? Siapakah dari mereka yang lebih dulu jatuh cinta? "Aku masih anak kecil, Om. Jangan!" Aluna Rasya Adam. "Tidak masalah. Sentuhanku bukan hanya membuatmu dewasa tetapi bisa langsung membuatmu menjadi ibu." Kaizen Xavier Adam.

View More

Chapter 1

1. Jebakan dan Pertolongan

"Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang."

Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring yang mengerikan dan mesum secara bersamaan. Tatapan matanya terasa menelanjangi bagi Aluna, membuat Aluna semakin merasa waspada.

Saat ini Aluna berada di paviliun mewah milik pemimpin keluarga Azam terkini–keluarganya dari pihak ibu, untuk merayakan ulang tahun pernikahan sang pemimpin Azam. Aluna sendiri bukan Azam, dia seorang Adam akan tetapi masih bagian dari keluarga Azam. Ibunya seorang Azam inti dan ayahnya seorang Adam yang masih family dekat dengan keluarga besar ini.

Aluna menghadiri pesta pernikahan pemimpin Azam karena mewakili orang tuanya yang tak bisa hadir, orang tuanya berada di LA. Selain itu, Aluna datang karena dia bersahabat dengan menantu kecil dari pemimpin Azam. Dia datang ke sini bersama dengan kakak laki-lakinya dan iparnya.

Karena mengantuk, Aluna berniat ke toilet untuk mencuci muka. Namun, di lorong menuju toilet dia bertemu dengan pria ini, pria yang sebelumnya menawarkan minuman dingin padanya saat di dalam pesta.

"Jadi mendekatlah dan biarkan aku menyentuhmu," ucap pria itu, semakin memperlihatkan senyuman seringai di bibirnya.

Wajah Aluna pucat pasi, jantung berdebar kencang, dan tubuh terasa kaku. "Ja-jangan macam-macam yah. A-aku masih bagian dari keluarga Azam inti, Da-Daddyku juga seorang penguasa di keluarga Adam. Ka-kamu tidak akan selamat jika berani menyentuhku," ancam Aluna, terbata-bata, menatap panik pada pria itu.

"Hahaha … aku akan menerima resikonya, jika Daddy dan Kakakmu memukulku silahkan. Terpenting kau menjadi milikku, Sayang," ucap pria itu dengan suara yang menjijikkan di pendengaran Aluna, "obat yang kuberikan padamu sangat kuat, jika sudah bereaksi kau tidak akan selamat kecuali membiarkanku menyentuhmu. Jika tidak … kau dalam bahaya, Sayang," tambah pria itu dengan mendekat dan terus mengikis jarak.

Aluna memeluk tubuhnya sendiri, mundur secara teratur dengan perasaan takut luar biasa.

Saat ini mereka berada di lorong toilet dan di sini sangat sepi. Sekalipun Aluna berteriak pasti tidak akan ada yang mendengarnya.

'Tuhan, tolong selamatkan aku!' batin Aluna saat merasakan tubuhnya mulai panas. Aliran darahnya terasa cepat dan Aluna mengharapkan sesuatu! Obat itu mulai bereaksi, Aluna sangat takut.

"Sepertinya obatnya mulai bereaksi. Wajahmu sudah memerah dan itu terlihat sangat seksi, Sayang," ucap pria itu, mengulurkan tangan untuk menyentuh dan membelai pipi Aluna.

Akan tetapi sebelum pria itu berhasil menyentuh pipi Aluna, dengan cepat Aluna menepisnya. Aluna juga menendang 'milik pria itu dengan sekuat tenaga. Setelah itu, dia mendorong pria itu lalu berlari dari sana.

"Argkk … Aluna!" pekik pria itu, marah dan geram karena Aluna berhasil lari. Dia juga menahan sakit, tendangan Aluna pada 'miliknya sungguh kuat. Padahal perempuan itu sudah mulai merasakan efek dari obat yang dia berikan, tetapi kenapa Aluna masih punya tenaga yang kuat?! Sialan!

Sedangkan Aluna, dia memilih keluar dari paviliun. Dia sebenarnya berniat menemui kakaknya. Tetapi kakaknya masih di pesta dan dia takut ke sana, dia khawatir kondisinya semakin parah–obat ini membuatnya seperti wanita liar dan itu akan mempermalukan keluarganya.

"Aluna!" Teriakan marah pria itu terdengar, membuat Aluna panik dan ketakutan.

Sebenarnya pria itu masih terhitung sepupunya, masih seorang Azam. Hanya saja Aluna kurang tahu siapa namanya karena Aluna jarang bertemu dengan pria tadi, dan Aluna tak paham kenapa pria itu melakukan hal bejad seperti ini pada Aluna. Intinya dia tak mau menyerahkan diri pada pria itu!

Saat dalam keadaan panik, Aluna melihat seorang pria tampan dengan tubuh menjulang tinggi–aura pria itu dingin dan gelap secara bersamaan. Aluna cukup kenal dengan pria yang mengenakan setelah tuxedo mahal tersebut.

Kaizen Xavier Adam–penguasa dari keluarga Adam bagian timur, CEO dari Adam'grup, pewaris sejati keluarga Adam-nya. Dia terkenal dingin dan cuek, kaum elit selalu berhati-hati bersikap padanya. Pembawaannya yang selalu elegan, berwibawa dan berkarisma tinggi, membuat orang-orang segan dan hormat padanya.

Aluna berniat meminta tolong pada Kaizen, akan tetapi mengingat pria tersebut sangat arogant dan cuek, Aluna mengurungkan niat. Jelas, pria itu pasti menolak menolongnya.

Akan tetapi dia mengikuti Kaizen secara diam-diam. Saat pria itu menuju parkiran, Aluna pun ke sana. Kaizen membuka kunci mobil–akses, tetapi tidak langsung masuk karena tiba-tiba saja HP pria itu berdering.

Aluna diam-diam masuk ke dalam mobil pria itu, bersembunyi di jok penumpang di mana dia berbaring di lantai mobil agar tidak terlihat oleh siapapun.

Sedangkan Kaizen, sepertinya tidak menyadari dan masih di luar–tengah berbicara lewat telepon.

"Ah, Tuan Kaizen Xavier Adam." Terdengar suara dari pria yang menjebak Aluna. Nadanya ramah, seolah menyapa teman lama.

Hal tersebut membuat Aluna yang berada di persembunyiannya menjadi sangat panik dan diselimuti ketakutan. Jantungnya berdebar sangat kencang, tubuhnya membeku, punggung panas, dan mata mulai berair–ingin menangis karena takut tertangkap.

Di sisi lain, Kaizen Xavier Adam, pria yang tengah berbicara lewat telepon dengan seseorang, langsung menatap dingin pada pria yang datang tersebut. Namun, dia diam, memperlihatkan ekspresi datar yang tak bersahabat.

"Ah, Tuan, apa kau melihat seorang perempuan lari ke sini?" tanya pria itu pada Kaizen.

Aluna memeluk tubuhnya sendiri, memejamkan mata secara kuat sambil merapalkan doa supaya Tuhan membantunya. Dia sangat takut ketahuan. Jika dia ketahuan ada di mobil ini, pasti Kaizen akan menyerahkannya pada pria bajingan itu.

Kaizen tipe yang tak suka diganggu dan minim empati. Itu yang Aluna tahu tentang pria itu.

"Tidak." Suara bariton yang terkesan dingin dan tak bersahabat, terdengar mengalun. 

Aluna cukup senang mendengar jawaban Kaizen. Akan tetapi entah kenapa jantung-nya berdebar-debar tak karuan saat mendengar suara bariton pria ini. 

"Tadi kulihat dia berlari ke arah sini, boleh saya periksa mobilmu, Tuan?" tanya pria itu, berjalan mendekat ke arah pintu mobil Kaizen lalu berniat membuka pintu.

Jantung Aluna kembali berdebar kencang, rasa takut dan panik kembali menguasai dirinya. 'Tuhan, tolong selamatkan aku. Pria biadab ini ingin melecehkanku, a-aku tidak mau. Tolong bantu aku! Pliss!' batin Aluna, sudah diligkupi rasa takut, dalam situasi mencekam, air matanya berhasil jatuh. 

Sret'

Bug'

Tiba-tiba saja ketika pria itu ingin membuka pintu mobilnya, Kaizen menarik pundak pria tersebut lalu setelah itu menendang lutut si pria dengan cukup kuat.

"Menjauh dari mobilku, Jerk!" dingin Kaizen, melayangkan tatapan tajam dan membunuh pada sosok itu.

"Ack." Pria itu meringis sakit karena selain kakinya ditendang oleh Kaizen, dia juga tersungkur kasar. "Tuan, aku hanya ingin …-"

"Pergi!" titah Kaizen, nada bossy dan tatapan semakin tajam. Sekalipun pria ini salah satu keluarga Azam, dia sama sekali tidak peduli. Dia Adam sejati dan di tidak takut pada siapapun. 

Pria itu segera bangkit lalu buru-buru pergi dari sana. "Cih, dasar angkuh!" gumam pria itu, kesal pada sikap dingin dan angkuh Kaizen.

Sedangkan Kaizen, sambungan telepon sudah ia matikan sejak tadi–terganggu oleh kehadiran sampah tadi. Dia segera masuk ke mobil dan segera pergi dari sana.

Kaizen ingin pulang karena tak tahan  lama-lama di keramaian. Sebenarnya orang tuanya masih di pesta ini dan mungkin akan pulang besok pagi.

Pemimpin Azam yang sekarang adalah suami dari auntynya–di mana aunty-nya adalah kakak kandung sang daddy.

Kaizen hanya diam sepanjang perjalanan, begitu tenang dan hening. Sedangkan Aluna yang masih bersembunyi di sana, mulai merasa panik. Awalnya Aluna kira dia sudah lempas dari bahaya karena dia bebas dari pria mesum itu. Namun, obat itu bereaksi. Aluna sulit mengontrol diri.

AC di mobil ini menyala, akan tetapi tubuhnya terasa kepanasan. Jantungnya berdebar kencang, desiran darahnya terasa hebat–menimbulkan gejolak aneh yang membuat Aluna sangat ingin sentuhan seorang lawan jenis.

Suara bariton sosok dingin yang sempat ia dengar tadi, kini terasa terus mengalun di pendengarannya, membuatnya semakin gila dan semakin haus belaian.

Aluna mencoba melawan semua rasa yang ia anggap dosa itu, akan tetapi dia tidak kuat. Rasa itu sangat menyiksanya!

Bug'

Tanpa sengaja Aluna yang mencoba menahan dirinya, menendang sisi dalam mobil. Itu menimbulkan suara yang cukup kuat, membuat Aluna panik tetapi gilanya berharap pada suatu hal.

Di sisi lain ketika mendengar suara itu, Kaizen menatap kaca depan untuk memeriksa jok belakang. Namun, dia tidak melihat apapun di sana. Kaizen memilih mengabaikan dan tetap fokus mengemudi.

Tak lama, dia sampai di rumah. Kaizen langsung ke garasi. Ketika dia akan turun dari mobil, dia cukup terkejut saat mendengar suara …-

"Eughm … aah …." Suara rengekan manja seorang perempuan.

✿✿✿

Selamat datang di novel baru kita, MyRe. Semoga kalian suka dan senang dengan kisah Kaizen dan Aluna ...

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status