LOGIN"Aku masih anak kecil, Om. Jangan!" Aluna Rasya Adam. "Tidak masalah. Sentuhanku bukan hanya membuatmu dewasa tetapi langsung membuatmu menjadi ibu." Kaizen Xavier Adam. -- Di pesta pernikahan kakek neneknya, Aluna Rasya Adam dijebak oleh seseorang dengan cara memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Aluna. Beruntung saat seseorang itu berniat mencelakainya, Aluna berhasil melarikan diri dan bersembunyi dalam mobil seorang pria. Namun, bahaya belum berhenti. Obat itu bereaksi dan membuat Aluna berakhir tidur dengan pria pemilik mobil, di mana pemilik mobil tersebut bukan sembarang orang. Pria itu adalah Kaizen Xavier Adam, penguasa dingin yang terkenal cuek dan disegani banyak orang. Kabar buruknya, pria itu masih berkerabat dengan Aluna, Kaizen adalah om-nya.
View More"Kamu?!" dingin pria itu, menatap Sera penuh peringatan dan marah. "Mas." Sera mengganti panggilannya, "aku sudah di toko buku jadi Mas bisa pergi menemui sepupu Mas." Xavier menaikkan sebelah alis. Genggamannya di tangan Sera semakin mengencang, tak ingin melepas perempuan ini sedetik pun. "Kau tidak ingin kutemani, Ghazalah?" "Untuk apa? Aku bisa sendiri," jawab Sera santai, menoleh ke sana kemari untuk mencari-cari spot rak mana yang akan lebih dulu ia hampiri. "Aku suamimu," datar Xavier, cukup kesal mendengar jawaban Sera. Sera mengerutkan kening, aneh dan tak paham dengan jawaban pria ini. Namun, dia memilih mengabaikan. Sera berjalan ke arah rak buku yang dipenuhi dengan warna biru, di mana Xavier yang menggenggam tangannya otomatis ikut dengannya. Xavier menatap gengganam tangannya pada Sera lalu menatap wajah istrinya yang saat ini terlihat penuh semangat. Perempuan yang ia nikahi ini … sebenarnya punya kebahagiaan yang sangat sederhana. Toko buku, kucing, makanan fa
"Nyonya Muda." Xavier menjawab pelan. Wajahnya tampak tak bersahabat dan tatapannya begitu tajam. "Pergilah lebih dulu ke rumah sakit. Hubungi Kaina dan ajak dia denganmu," tambah Xavier pada Aiden, mendapat anggukan dari Aiden. Xavier berjalan terburu-buru dari rumah, dia langsung menghampiri mobil yang telah di keluarkan dari garasi. Namun, ketika dia akan masuk ke mobil, dia langsung mengurungkan niat. Pandangan Xavier tak sengaja bertemu pada sosok seorang perempuan muda di taman halaman depan—dekat tembok dan pohon mangga. Di bawah pohon tersebut terlihat seorang perempuan yang sedang berjongkok. Xavier menghela napas panjang, lega melihat perempuan itu. Dia menutup pintu mobil yang sempat ia buka lalu segera menghampiri perempuan itu. Xaviee berdiri tepat di belakang Sera yang sedang berjongkok dan dengan mengelus seekor kucing domestik berwarna orange. Dari penampilannya, perempuan ini memang sepertinya ingin keluar. Namun, mungkin kucing yang entah dari mana bisa masuk
"Aku baik-baik saja, Tante.""Kenapa masih manggil Tante, Sera? Kamu sudah sangat-sangat resmi menjadi menantuku loh," tegur Aluna. Sera tampak gugup, wajahnya kentara panik. Dia menatap cemas pada Aluna lalu menoleh ke sana kemari. Senyumannya benar-benar kaku dan nafasnya terasa berat. "Sayang, kamu kenapa?" tanya Aluna lagi. Dia berdiri lalu menghampiri Sera yang sejak tadi masih berdiri. Dia menarik Aluna lalu mengiring menantunya tersebut supaya duduk di sebelah Xavier. Sera menurut saja. Akan tetapi dia sempat terlonjak kaget saat dia mendongak pada Xavier dan ternyata pria itu sedang menatapnya dingin. Ah, pria ini menakutkan sekali. "Kamu baik-baik saja kan, Nak?" tanya Aluna, menatap lekat pada menantunya untuk menemukan apakah ada jejak kekerasan yang dilakukan oleh Xavier. Untungnya tak ada. "Aku baik-baik saja, Tante," ucap Sera, memasang senyum manis untuk meyakinkan mama mertuanya kalau dia baik-baik saja. "Ke-kenapa Sera masih manggil Tante ke Mommy? Sera nggak m
Tuk' Sera menatap nanar pada pintu yang di kunci. Oh shit! Pantas saja langkahnya terasa ringan saat berjalan ke pintu ini, ternyata pintunya terkunci. Sera menghela napas panjang, berjalan mundur lalu memutar tubuh. Dia sama sekali tak menoleh ke arah Xavier, dia berjalan terburu-buru menuju kamar mandi. Namun, mengingat dia tak membawa baju ganti ke sini, Sera kembali membuka pintu kamar mandi. Mata Sera melebar ketika melihat Xavier bangkit dari sofa. Wajah pria itu terlihat marah, tatapannya terasa sangat membunuh. Sera buru-buru menutup pintu kamar mandi. Dia menguncinya supaya iblis itu tak masuk ke dalam. Sedangkan Xavier, dia berjalan cepat ke arah kamar mandi. Ketika dia mencoba membuka pintu kamar mandi, ternyata Sera telah mengunci dari dalam. Bug' Xavier meninju pintu dengan kuat dan penuh kemarahan. "Buka, Ghazalah!" marahnya dari luar. Sera menjauh dari pintu, wajahnya pucat pasi dan tubuhnya mulai gemetaran. Ketakutan mulai menyelimutinya! Brak' Suara
Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang m
Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak
Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat
"Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore