LOGINDi pesta pernikahan kakek neneknya, Aluna Rasya Adam dijebak oleh seseorang dengan cara memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Aluna. Beruntung saat seseorang itu berniat mencelakainya, Aluna berhasil melarikan diri dan bersembunyi dalam mobil seorang pria. Namun, obat itu bereaksi dan membuat Aluna berakhir tidur dengan pria pemilik mobil, di mana pemilik mobil tersebut bukan sembarang orang. Pria itu adalah Kaizen Xavier Adam, penguasa dingin yang terkenal cuek dan disegani banyak orang. Kabar buruknya, pria itu masih berkerabat dengan Aluna, Kaizen adalah om-nya. Setelah malam panas itu, Aluna berupaya bersembunyi supaya tidak berurusan dengan pria dingin itu. Akan tetapi takdir berkata lain, Kaizen berakhir menjadi jodohnya. Suami dingin VS istri plenger? Bisakah mereka terus bersama? Siapakah dari mereka yang lebih dulu jatuh cinta? "Aku masih anak kecil, Om. Jangan!" Aluna Rasya Adam. "Tidak masalah. Sentuhanku bukan hanya membuatmu dewasa tetapi bisa langsung membuatmu menjadi ibu." Kaizen Xavier Adam.
View MoreAluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka dijodohkan. "Iya, Aluna. Kamu memang sudah harus menikah, usiamu sudah 24 tahun, sudah dewasa," ucap kakak ipar Aluna, istri kakaknya. "Aku memang sudah dewasa, tetapi mentalku belum siap untuk jadi istri," ujar Aluna dengan nada kesal, menatap tak suka pada kakak iparnya. Reigen ingin menasehati adiknya, akan tetapi tiba-tiba HP-nya berdering. Dia pergi sebentar untuk mengangkat telepon. "Mau sampai kapan kamu menyusahkan Mas Reigen?!" ketus Shela, kakak ipar Aluna. Perempuan itu bersedekap angkuh sambil menatap dingin pada Aluna. Kebetulan suaminya sedang pergi, jadi ini kesempatannya. Sudah sejak lama dia tidak suka pada Aluna. Perempuan ini terlalu manja pada suaminya dan beker
"Kak, i-ini wanita yang tidur dengan Kaizen," bisiknya dengan nada gemetar, efek deg degkan bertemu dengan calon menantunya, sosok yang membuktikan pada dunia kalau Kaizen normal! "Hah?" Nindi menunjukan ekspresi kaget, menatap Aluna dengan raut muka kaku lalu kembali menatap adik iparnya dengan ekspresi konyol. "Serius kamu?" "Iya, Kak." Naia menganggukkan kepala secara antusias. Sekalipun baru bertemu waktu itu, tetapi Naia langsung menandai wajahnya. Oleh sebab itu dia masih ingat jelas wajah perempuan yang tidur dengan putranya. Sebelumnya, Naia memang sempat memesan jasa pencari jodoh untuk putranya. Dia dengar di keluarga kakak iparnya ada yang buka jasa pencari jodoh dan terbukti andal. Oleh karena itu dia meminta tolong pada sang kakak ipar untuk mempertemukannya dengan si mak comblang. Tetapi karena kejadian waktu itu, di mana Kaizen telah meniduri seorang perempuan, Naia berniat membatalkan rencananya mencari jodoh untuk putranya dari jasa mak comblang ini. Namun, Nai
Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang muncul. Naia mengusap air mata buayanya, cengar-cengir karena akhirnya …- "Yes! Akhirnya bujangan kadaluarsa-ku ini bersedia menikah juga," gumam Naia pelan, sangat girang dan riang. Ketika kembali menghadap putranya, Naia langsung menunjukan ekspresi galak. "Secepatnya kamu temui perempuan itu dan bawa dia ke keluarga kita. Jika tidak, Mama akan berhenti jadi ibumu. Mama kecewa!" "Baik, Mah," jawab Kaizen datar–nada biasa yang sudah melekat dengan suaranya. ✿✿✿ "Papai, Mama," ucap Aluna, setelah itu mematikan sambungan telepon–handphonenya yang lain. Saat ini dia berada di kamar, dia habis bertelponan dengan orang tuanya yang masih di LA. Or
Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak terkendali ketika melihat wajah pria tersebut. Kaizen Xavier Adam! "A-apa yang terjadi padaku? Apa yang …-" gumam Aluna, sudah duduk di ranjang sambil menekuk kaki lalu memeluk lutut. Tubuhnya gemetaran, dia panik dan juga takut. Aluna diam sejenak, mencoba mengingat kembali apa yang terjadi padanya tadi malam. Wajahnya langsung muram ketika mengingat sesuatu. Dialah yang menggoda pria ini! "A-apa jangan-jangan aku yang …- ha, tidak tidak tidak!" pekik Aluna pelan, mulai parno pada satu hal. Karena ketakutannya semakin menjadi-jadi, Aluna buru-buru kabur dari sana. Dia mengenakan pakaiannya yang sudah basah–ia temukan di kamar mandi. Namun, dia tetap mengenakan kemeja Kaizen seb






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.